Liputanindo.id – Pemerintah Iran mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kepada mengambil Langkah tegas terkait konflik yang dikendalikan Amerika Perkumpulan dan Israel.
Desakan itu dikirimkan Formal kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Member Dewan Keamanan, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mendesak agar adanya langkah konkret dan efektif secepatnya. Ia mengklaim AS dan Israel dengan sengaja menargetkan Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari Lampau.
“Saya menulis surat ini Kepada menyampaikan kepada Anda secara mendesak tindakan keji dan kriminal terbaru yang dilakukan terhadap negara besar Iran oleh Amerika Perkumpulan dan rezim Israel,” tulis Araghchi, dikutip Anadolu, Senin (2/3/2026).
“Kegagalan Kepada menanggapi secara tegas tindakan tersebut Enggak hanya akan memperberani para pelakunya tetapi juga akan menimbulkan kerusakan yang Kekal dan Enggak dapat diperbaiki pada fondasi tatanan hukum Dunia selama beberapa Dasa warsa mendatang,” sambungnya.
Ia lantas menyebut serangan itu sebagai pelanggaran berat dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap hukum Dunia. Hal ini sesuai dengan Pasal 2(4) Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun.
Selain mengadukan Tindakan AS dan Isarel, surat itu juga merujuk pada Pasal 51 yang menekankan Iran sebagai ‘hak inheren dan tak terbantahkan’ Kepada membela diri.
“Mengingat hal tersebut di atas, dan pada Ketika normalisasi pelanggaran berat hukum Dunia yang disayangkan mengancam integritas sistem Dunia, Republik Islam Iran dengan sungguh-sungguh menyerukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan Kepada melaksanakan tanggung jawab yang diamanatkan oleh Piagam PBB Kepada menjaga perdamaian dan keamanan Dunia dan mengambil langkah-langkah segera, konkret, dan efektif Kepada memastikan pertanggungjawaban penuh Amerika Perkumpulan dan rezim Israel atas tindakan teroris keji yang disebutkan di atas,” tegas Araghchi.
AS dan Israel melakukan serangan Berbarengan kepada Iran sejak Sabtu (28/2/2026) pagi dan menewaskan Ali Khamenei serta pejabat keamanan tinggi lainnya. Iran lantas membalas serangan dengan drone dan rudal di Kawasan tersebut yang mendorong banyak negara Teluk menutup Kawasan udara mereka.
