Liputanindo.id – Amerika Perkumpulan (AS) mengancam akan menyerang Iran “20 kali lebih keras” kalau Teheran memblokade pasokan minyak di Selat Hormuz, kata Presiden Donald Trump.
“Apabila Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Perkumpulan dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini,” kata Trump melalui Truth Social, Selasa (10/3).
Ia mengatakan bahwa AS juga akan mengincar Sasaran-Sasaran yang mudah dihancurkan sehingga “akan mustahil bagi Iran Demi membangun negaranya kembali” karena “Kematian, api, dan amarah akan berkuasa di atas mereka”.
“Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!” ucap Presiden AS itu.
Trump Memperhatikan hal tersebut merupakan “hadiah” dari AS kepada China dan Segala negara yang amat bergantung pada kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.
“Saya harap langkah ini akan mendapat banyak apresiasi,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran sama sekali Kagak menutup Selat Hormuz maupun menghalangi pelayaran di kawasan tersebut.
Dalam wawancara Serempak PBS, Menlu Iran mengatakan bahwa produksi dan pengiriman minyak melambat atau berhenti bukan karena Iran, melainkan “karena serangan dan Invasi oleh Israel dan Amerika terhadap kami”.
Dengan demikian, Amerika dan Israel adalah pihak yang bertanggung jawab Membikin seluruh kawasan Kagak Terjamin, dan mereka pula yang Membikin kapal tanker dan kapal-kapal lain takut berlayar di Selat Hormuz, kata dia.
“Kami Kagak menutup selat. Kami Kagak menghalangi pelayaran mereka di selat ini,” kata Araghchi, menegaskan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
