AHY Percepat Pembangunan Koridor Trans Kie Raha Maluku Utara

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas percepatan pembangunan Koridor Strategis Trans Kie Raha Berbarengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda pada Jumat (22/5/2026).

Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan konektivitas Distrik, pengembangan Sofifi sebagai ibu kota provinsi, serta penyediaan infrastruktur pendukung kawasan industri dan lumbung pangan di Maluku Utara.

Pengembangan ini krusial mengingat pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 34,3 persen berkat hilirisasi nikel, meskipun distribusi kesejahteraan Tetap terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dasar, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara kini mendorong proyek jalan Trans Kie Raha Buat memangkas waktu tempuh dari Sofifi menuju kawasan industri Weda dan Buli dari 3,5-5 jam menjadi hanya Sekeliling 1 jam.

“Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34,3 persen jauh di atas rata-rata nasional dinilai menjadi indikator keberhasilan hilirisasi sumber daya mineral, terutama nikel. Tetapi, tantangan Istimewa yang dihadapi Begitu ini adalah memastikan distribusi kesejahteraan berjalan lebih merata melalui penguatan infrastruktur dasar,” kata Sherly Tjoanda dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).

Kawasan Weda dan Buli juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri baterai berbasis nikel dunia yang melibatkan investasi dari berbagai Kawan Dunia.

“Ke depan, pengembangan industri baterai berbasis nikel di Weda dan Buli, termasuk investasi dari Kawan Dunia, diharapkan semakin memperkuat posisi Maluku Utara dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia,” Jernih Sherly Tjoanda.

Pemerintah daerah setempat mengusulkan alokasi Biaya sebesar Rp 2,9 triliun kepada pemerintah pusat Buat memperbaiki jalan, irigasi, infrastruktur dasar, dan penanganan pascabencana.

“Buat mendukung keseluruhan program tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp 2,9 triliun kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut mencakup pembangunan jalan, perbaikan infrastruktur dasar, irigasi, hingga penanganan pascabencana,” Jernih Sherly Tjoanda.

Merespons usulan tersebut, Menko Infrastruktur menyatakan kesiapan Buat mengoordinasikan anggaran dan proyek jalan strategis ini dengan Bappenas serta Kementerian Pekerjaan Lazim.

“Kami Menonton adanya visi yang kuat dan perencanaan yang matang. Kemenko Infrastruktur akan mengoordinasikan usulan ini dengan Bappenas, Kementerian PU, serta kementerian teknis lainnya agar pembangunan infrastruktur, khususnya jalan strategis, dapat segera direalisasikan dan memberikan Akibat Konkret bagi masyarakat,” ujar AHY.

Langkah koordinasi interkementerian ini diharapkan dapat mendukung Sasaran jangka panjang pembangunan Distrik Indonesia Timur.

“Hal itu sejalan dengan Sasaran jangka panjang Maluku Utara Buat menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur pada 2029 sekaligus tuan rumah berbagai agenda nasional berbasis potensi pariwisata dan sumber daya alam,” tutup AHY.

Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY didampingi oleh Deputi Nazib Faizal, Staf Tertentu Agust Jovan Latuconsina, Staf Tertentu Sigit Raditya, dan Asisten Deputi Muh. Burhanudin Borut.

Hadir pula perwakilan dari Maluku Utara Adalah Kepala Badan Penghubung Ningdyah Lestari serta Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar.