Kementan siapkan 56 ribu pompa air Kepada mitigasi kekeringan nasional

Kementan siapkan 56 ribu pompa air untuk mitigasi kekeringan nasional

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah mitigasi kekeringan nasional Kepada menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim.

“Program pompanisasi menjadi strategi pemerintah Kepada memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air sehingga swasembada pangan dapat Maju dijaga,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan pompanisasi merupakan solusi paling Segera Kepada mengantisipasi Akibat kekeringan. Karena itu, pemerintah Maju mempercepat penyaluran pompa air ke berbagai sentra produksi padi yang Lagi Mempunyai sumber air.

“Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi Kepada memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi Segera ini Bukan kita lakukan,” tegas Amran.

Menurutnya pengalaman menghadapi El Nino beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketersediaan air menjadi Unsur penentu keberhasilan menjaga produksi pangan.

Oleh Alasan itu, pompanisasi dipadukan dengan modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) agar petani Bisa meningkatkan produktivitas sekaligus beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan Kementan Maju mempercepat distribusi pompa air ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan, terutama sentra produksi padi yang Lagi Mempunyai sumber air permukaan seperti sungai, embung, waduk maupun saluran irigasi.

“Di sisi lain, modernisasi pertanian melalui dukungan alsintan juga Maju kami dorong agar produktivitas tetap terjaga dan Sasaran swasembada pangan dapat tercapai,” kata Andi.

Ia menjelaskan, dari total 56 ribu unit pompa air yang disiapkan pada Tahun Anggaran 2026, Sekeliling 11 ribu unit telah didistribusikan kepada penerima manfaat.

Sementara itu, Sekeliling 20 ribu unit lainnya sedang dalam proses penyaluran berdasarkan usulan pemerintah daerah, khususnya Area yang mengalami kekeringan Tetapi Lagi Mempunyai sumber air yang dapat dimanfaatkan.

Menurutnya, pompa-pompa tersebut akan segera dipasang agar Bisa mengairi lahan sawah terdampak sehingga petani tetap dapat melakukan tanam dan menjaga produktivitas di tengah musim kemarau.

Selain mempercepat distribusi pompa air, Kementan juga Maju memperkuat modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alsintan, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, combine harvester hingga berbagai sarana mekanisasi lainnya.

Upaya itu dilakukan Kepada meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat masa tanam, sekaligus menekan kehilangan hasil panen.

Andi mengatakan keberhasilan program pompanisasi membutuhkan dukungan aktif pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota didorong mengidentifikasi sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan sehingga semakin banyak lahan sawah tetap produktif selama musim kemarau.

Petani yang membutuhkan Sokongan pompa air maupun alsintan lainnya dapat mengusulkan kebutuhan melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sesuai mekanisme yang berlaku.

Seluruh usulan akan diverifikasi dan diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan serta kondisi Area terdampak.

Adapun penerima Sokongan pemerintah meliputi Golongan Tani (Poktan), Gabungan Golongan Tani (Gapoktan), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), maupun kelembagaan ekonomi petani lainnya yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) ataupun e-Banper.

Sokongan alsintan juga dapat diberikan kepada Brigade Pangan yang memenuhi syarat dan pemerintah daerah yang mengelola brigade alsintan agar mobilisasi alat antar Area yang membutuhkan dapat dilakukan secara lebih Segera dan Elastis.

“Harapannya Sokongan pemerintah ini Bukan hanya dimanfaatkan oleh penerima secara langsung, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani lainnya.

Dengan pengelolaan yang Berkualitas, tambah Andi, alsintan akan meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung percepatan swasembada pangan yang berkelanjutan.