Inflasi Sentuh 3,08%, BI Soroti Harga Pangan di Area Sumatra

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali. Liputanindo.id/Iqbal

Jakarta: Bank Indonesia mencatat laju inflasi nasional Tetap dalam ambang batas Sasaran yang ditetapkan pemerintah. Tetapi, Terdapat beberapa lonjakan harga komoditas pangan di sejumlah daerah akibat kondisi tersebut.  

“Pada Mei 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen tercatat sebesar 3,08 persen year-on-year. Bilangan ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, Begitu memberikan paparan dalam acara Economic Conference di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.  

Ricky menjelaskan, secara agregat nasional stabilitas harga dan konsumsi Tetap terkendali. Tetapi, pergerakan inflasi di beberapa daerah menunjukkan alarm, khususnya Sumatra yang mencatatkan tekanan harga relatif lebih tinggi daripada Area lain.  

Elemen ketimpangan inflasi

Ketimpangan inflasi dipicu oleh beberapa Elemen, seperti rantai tata niaga pangan domestik yang belum efisien, fluktuasi cuaca setempat, serta pola tanam antar-daerah yang belum terkoordinasi. Kondisi tersebut diperparah oleh ancaman eksternal. Kenaikan biaya logistik perkapalan Dunia dan inflasi barang impor juga memengaruhi persoalan ini.  

“Hal ini menegaskan stabilitas nasional harus dibangun dari stabilitas di daerah. Inflasi nasional yang terkendali harus ditopang oleh pasokan dan harga pangan yang Kukuh di setiap Area Indonesia,” kata Ricky.  



Ilustrasi pangan. Foto- Dok MI

Sebagai langkah jangka panjang, BI mengoptimalkan penyaluran kredit perbankan ke sektor industri pangan. BI optimistis penguatan ekosistem pangan yang Handal dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.  

“Ketika pasokan pangan, nilai Ubah, dan harga terjaga, daya beli terlindungi, pertumbuhan berlanjut, serta kesejahteraan petani dan masyarakat semakin kuat,” ujar Ricky.