BSN Perkuat Ekosistem Pesisir di Bali

BSN Perkuat Ekosistem Pesisir di Bali

Kawasan konservasi mangrove di Bali. Foto: dok BSN.


Bali: PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperingati Hari Mangrove Sedunia (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem) yang diperingati setiap 26 Juli dengan melakukan monitoring kawasan konservasi mangrove di Bali.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program penanaman 1.150 bibit mangrove yang sebelumnya telah dilakukan. Monitoring bertujuan memastikan program rehabilitasi mangrove berjalan optimal, sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perseroan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur Istimewa Bank Syariah Nasional Alex Sofjan Noor mengatakan pelestarian lingkungan Kagak cukup dilakukan melalui penanaman, tetapi juga membutuhkan perawatan secara berkelanjutan.

“Menanam mangrove adalah awal dari sebuah komitmen, sedangkan merawat dan memastikan pertumbuhannya merupakan Figur tanggung jawab yang sesungguhnya. Monitoring yang dilakukan secara berkala bertujuan memastikan setiap bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan Bagus, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, memperkuat ketahanan masyarakat terhadap Pengaruh perubahan iklim, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.


Mangrove memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir maupun masyarakat Sekeliling. Foto: dok BSN.
 

Manfaat bagi ekosistem pesisir maupun masyarakat Sekeliling

Alex menegaskan keberhasilan konservasi mangrove Kagak berhenti pada proses penanaman. Menurutnya, keberhasilan program ditentukan oleh kemampuan bibit Kepada tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir maupun masyarakat Sekeliling.

Kepada itu, BSN Serempak Mahasiswa Acuh Lingkungan Pesisir melakukan pemantauan terhadap tingkat pertumbuhan mangrove, persentase kelangsungan hidup bibit, kondisi kawasan pesisir, serta efektivitas pemeliharaan yang telah dilakukan. Hasil monitoring akan menjadi dasar penyusunan langkah perawatan lanjutan agar kawasan konservasi tetap terjaga dan manfaat ekologisnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BSN.

Program ini selaras dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, Tujuan 14 tentang Ekosistem Laut, Tujuan 15 tentang Ekosistem Daratan, dan Tujuan 17 tentang Kemitraan Kepada Mencapai Tujuan.

Ke depan, BSN menyatakan akan Lanjut mengembangkan program pelestarian lingkungan yang berorientasi pada Pengaruh jangka panjang melalui kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat.