Malang (Liputanindo.id) – Manajemen dan tim kepelatihan Arema FC akhirnya memutuskan Kepada meminjamkan Muhammad Rafli ke klub lain, menyusul kritik keras dari Aremania terkait performa sang pemain dalam beberapa laga terakhir.
Muhammad Rafli menjadi sorotan usai Arema FC menelan kekalahan dari Persita Tangerang pada pekan Lewat. Dalam laga tersebut, Rafli dinilai melakukan kesalahan yang berujung gol Rival, sehingga memicu reaksi keras dari pendukung Singo Edan.
Sejumlah Aremania bahkan menilai penampilan Rafli sarat kepentingan, mengingat statusnya sebagai menantu CEO Arema FC, Iwan Budianto. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi tekanan tersendiri bagi pemain maupun manajemen.
Instruktur Kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan keputusan peminjaman Muhammad Rafli murni didasarkan pada pertimbangan teknis dan kebutuhan pemain Kepada Lalu berkembang. Menurutnya, Rafli akan kesulitan mendapatkan menit bermain Kalau tetap berada di bangku cadangan.
“Rafli telah memainkan peran Krusial dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi Berkualitas di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Marcos, Senin (5/1/2026).
Marcos menilai, Muhammad Rafli Mempunyai loyalitas tinggi terhadap Arema FC. Penyerang tersebut telah bergabung Serempak klub sejak 2017, Begitu Arema Lagi ditangani Aji Santoso sebagai Instruktur kepala.
Selama delapan tahun berseragam Arema FC, Rafli menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar Pemenang Piala Presiden. Pengalamannya tersebut dinilai memberi kontribusi Krusial, Berkualitas di dalam tim maupun dalam menjaga suasana positif di ruang ganti.
“Selama waktunya Serempak Arema FC, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen Krusial dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf Instruktur, manajemen, dan para penggemar,” ujar Marcos.
Meski demikian, Marcos menyebut realitas kompetisi menuntut keputusan strategis. Persaingan yang semakin ketat di dalam skuad Membangun kesempatan bermain Rafli menjadi terbatas, sehingga opsi peminjaman dianggap paling Benar Kepada Begitu ini.
“Begitu ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman. Sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya,” ujar Marcos.
Dengan status pinjaman tersebut, Arema FC berharap Muhammad Rafli dapat memperoleh jam terbang lebih banyak dan berkembang menjadi penyerang yang lebih matang serta produktif di masa mendatang. [luc/beq]
