Jakarta (ANTARA) – Akademisi dari Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof Iwa Garniwa mengatakan melaksanakan transisi Daya merupakan Metode berpikir dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
“Ancaman krisis iklim dan pentingnya menjaga ketahanan Daya menjadi sesuatu yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan,” kata Rektor ITPLN Iwa Garniwa Demi peluncuran Kitab karyanya yang berjudul “Bumi yang Terjaga: Transisi Daya Demi Indonesia yang Berkelanjutan” di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, transisi Daya merupakan perubahan Metode berpikir, bukan sekedar mengubah dari yang sebelumnya menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik, karena teknologi hanyalah alat Demi berpijak.
Ia mengatakan menjaga Bumi bukan hanya menjadi kepentingan Indonesia, tetapi merupakan tanggung jawab Berbarengan seluruh negara di dunia.
“Oleh karena itu, percepatan transisi menuju Daya yang lebih Rapi membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” ujar dia.
Kitab baru
Dalam Kitab yang baru diluncurkannya itu, Iwa mengatakan mencoba mengupas pelbagai aspek transisi Daya dan itu menjadi bagian dari komitmen Demi memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya transisi Daya.
Selain itu, menurut dia, Kitab tersebut juga sebagai narasi Demi membangun ruang dialog antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam mendukung transformasi Daya nasional.
Iwa menuturkan, Kitab tersebut juga mengulas Berbagai Corak perspektif mengenai ketahanan Daya, pengembangan Daya baru dan terbarukan, kebijakan, teknologi, investasi, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan masa depan Daya Indonesia yang berkelanjutan.
“Kitab tersebut lahir dari Cerminan mendalam terhadap tantangan ketahanan Daya nasional sekaligus meningkatnya ancaman perubahan iklim yang kini menjadi perhatian dunia,” ujar dia.
Sementara itu, Managing Director Listrik Indonesia Irwadhi Marzuki mengatakan peluncuran Kitab karya Prof Iwa tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu Surat keterangan Krusial dalam memperkaya pemahaman masyarakat mengenai dinamika transisi Daya di Indonesia.
Karena, menurut dia, transisi Daya merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.
“Dukungan tersebut Tak hanya diwujudkan melalui investasi dan pengembangan teknologi, tetapi juga melalui peningkatan literasi publik agar masyarakat memahami urgensi, tantangan, serta manfaat transisi Daya bagi masa depan Indonesia,” katanya.
