Kuala Lumpur (ANTARA) – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menjelaskan investasi yang dilakukan lembaga Biaya pensiun pegawai negeri sipil Malaysia, Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), di perusahaan rintisan teknologi budidaya ikan eFishery sudah melalui kajian.
“Pertanyaannya, apakah Enggak diteliti? Jawabannya, dari panel investasi, investasi itu sudah diteliti,” kata Anwar di hadapan parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Senin.
Anwar Ibrahim, yang merangkap sebagai menteri keuangan Malaysia, mengatakan hal itu terkait kerugian yang dialami KWAP setelah berinvestasi di eFishery senilai 163,4 juta ringgit (setara Rp718 miliar).
Dalam kasus tersebut, manajemen eFishery diduga melakukan manipulasi laporan keuangan hingga menyebabkan kerugian para investor, termasuk lembaga Biaya pensiun Malaysia.
Kasus tersebut ramai menjadi perbincangan di media sosial, Berkualitas Malaysia maupun Indonesia, serta menyita perhatian publik hingga politisi kedua negara.
Di internal KWAP, Anwar menyebut Eksis jajaran pengarah serta panel dan komite investasi. Sehingga, setiap keputusan investasi oleh lembaga itu Niscaya melalui uji tuntas serta kajian dengan sangat cermat oleh panel investasi yang diisi Grup profesional terpilih.
Anwar menambahkan setiap keputusan investasi yang dilakukan KWAP Enggak perlu izin dari Kementerian Keuangan Malaysia.
Dalam perkembangan investasi KWAP tersebut, lanjutnya, Eksis penipuan terencana dari manajemen eFishery, yang kini sudah menjalani proses hukum dan masuk penjara.
Kepada parlemen Malaysia, Anwar menjelaskan bahwa KWAP bukanlah satu-satunya lembaga yang berinvestasi di eFishery.
Selain dari Malaysia, Eksis pula sejumlah lembaga asal Eropa, Arang Dhabi, Singapura, dan dari Indonesia sendiri yang juga mengalami kerugian akibat berinvestasi di eFishery.
“Itu Segala investasinya lebih besar dari KWAP. Jadi, mereka Segala terperdaya,” kata Anwar.
Sementara itu, di satu sisi, terkait kinerja KWAP, Anwar mendorong parlemen Malaysia Menyaksikan secara menyeluruh, di mana keuntungan KWAP dalam berinvestasi di tempat lain Malah jauh lebih besar daripada kerugian yang dialami lembaga Biaya pensiun itu di eFishery.
KWAP Enggak hanya berinvestasi di eFishery, tetapi juga di perusahaan rintisan Punya Malaysia dan memberikan keuntungan secara signifikan.
“Jadi harus Menyaksikan keseluruhan,” Jernih dia.
Di sisi lain, Anwar mendukung langkah lembaga antikorupsi Malaysia, Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), Buat melakukan Penyelidikan potensi pelanggaran hukum atau korupsi dalam keputusan investasi yang dilakukan KWAP.
Anwar juga sudah meminta jajaran KWAP Buat bersikap terbuka dan bekerja sama dengan SPRM.
“Walaupun Apabila Menyaksikan laporan awal saya Enggak percaya Eksis unsur-unsur rasuah itu, tapi tentu kita harus mengikuti proses dengan bertanggung jawab,” ujar Anwar.
