Prabowo Subianto Buka Bunyi Soal Prediksi Indonesia Kolaps

Prediksi mengenai keruntuhan ekonomi Indonesia dinilai Tak terbukti karena kondisi dalam negeri Bahkan menunjukkan ketahanan yang semakin kokoh di tengah krisis Mendunia. Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto Ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengapresiasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih yang Lalu menunjukkan kemandirian dan inisiatif tinggi dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menilai para menteri Pandai merealisasikan berbagai capaian positif tanpa harus Lalu-menerus mendapat pengawasan secara langsung.

“Kita menjalankan pemerintahan, bekerja dengan sangat keras. Saya berterima kasih kepada seluruh Member kabinet. Sebagian dari Keluarga-Keluarga bekerja tanpa diawasi karena saya berkonsentrasi kepada hal-hal Krusial dalam dua tahun ini,” kata Prabowo.

Meskipun sejumlah hasil membanggakan telah berhasil dicapai oleh jajaran menteri, Presiden mengingatkan bahwa tantangan dan pekerjaan rumah pemerintah ke depan Tetap sangat besar.

“Tapi saya lihat Keluarga-Keluarga berinisiatif, masing-masing bekerja, dan Berbarengan kita menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan. Masalah makin banyak, cita-cita kita lebih besar, pekerjaan Tetap banyak, perjalanan Tetap jauh, tapi kita sudah lihat sekarang apa yang kita sudah Lelah,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung berbagai isu dan ramalan dari sejumlah pihak yang sebelumnya memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami kejatuhan dalam waktu singkat.

“Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, Rupanya semakin hari semakin kuat, padahal dunia sedang perang,” ujarnya.

Ia menyoroti Keistimewaan posisi Indonesia dibandingkan negara-negara lain, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan Daya, Ketika banyak bangsa menghadapi ancaman krisis hebat.

“Banyak negara merasa risau dan panik mengenai masalah pangan, kita sudah duluan swasembada pangan. Masalah Daya pun kita menghadapi kesulitan, tetapi kita lebih siap dari yang lain. Ini bukan Membikin kita lengah, ini bukan Membikin kita Segera puas, Tak,” pungkasnya.