Ilustrasi generasi sandwich. Foto: dok Bibit.
Jakarta: Fenomena sandwich generation semakin menjadi perhatian di Indonesia. Banyak masyarakat usia produktif Enggak hanya menanggung kebutuhan Kekasih dan anak, tetapi juga orang Sepuh lanjut usia hingga Member keluarga lainnya. Kondisi tersebut Membangun tekanan finansial semakin besar, terutama di tengah meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup.
Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi sandwich generation terletak pada besarnya tanggung jawab yang bergantung pada satu sumber Pendapatan.
“Menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu Pendapatan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi. Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya Enggak hanya dirasakan oleh pencari nafkah itu sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang Sepuh, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga,” ungkap Gatot dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 20 Juli 2026.
“Karena itu, membangun fondasi finansial sejak usia produktif menjadi semakin Krusial agar berbagai rencana kehidupan tetap dapat berjalan,” tambah dia menekankan.
Menurut Gatot, fondasi keuangan dapat dibangun melalui penyediaan Biaya darurat, kepemilikan perlindungan jiwa dan kesehatan sesuai kebutuhan, serta perencanaan jangka panjang melalui investasi dan Biaya pensiun.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial di masa depan.

(Ilustrasi. Foto: dok IFG Life)
Perkuat literasi keuangan dan perlindungan
Gatot menilai fenomena sandwich generation perlu disikapi secara bijak dengan memperkuat kesiapan finansial sejak usia produktif. Kata dia, hal yang lebih Krusial adalah dengan memastikan setiap tahap kehidupan dipersiapkan dengan Bagus.
“Ketika masyarakat membangun fondasi finansial sejak usia produktif, mereka Enggak hanya membantu melindungi keluarga hari ini, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap Independen secara finansial di masa depan. Dengan demikian, setiap generasi dapat saling mendukung tanpa harus mewariskan tekanan finansial yang berlebihan kepada generasi berikutnya,” tambah Gatot.
Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang tergabung dalam Indonesia Financial Group (IFG), IFG Life menyatakan Lalu berkomitmen meningkatkan literasi keuangan serta menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahap kehidupan.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya perusahaan Buat mendorong ketahanan finansial masyarakat melalui perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan rencana keuangan keluarga.
