TPS di Ponorogo Bakal Dilengkapi Teknologi Termal, Kurangi Ketergantungan ke TPA Mrican

Kalaksa BPBD Ponorogo Sapto Djatmiko. (Foto/Endra Dwioni/Beritajatim.com)

Ponorogo (Liputanindo.id) – Ponorogo menyiapkan langkah baru dalam penanganan sampah. Salah satunya dengan merencanakan penerapan teknologi pengolahan berbasis termal di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kebijakan ini diproyeksikan menjadi solusi Demi mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican di Kecamatan Jenangan. Di mana TPA tersebut Begitu ini menghadapi persoalan kapasitas dan operasional.

Menurut rencana pemerintah daerah, TPS ke depan Enggak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, tetapi juga akan diperkuat dengan fasilitas pengolahan sampah Independen. Konsep ini diharapkan Bisa menekan jumlah sampah yang harus dikirim ke TPA Mrican, terutama di tengah kondisi yang sedang bermasalah.

“Teknologi yang akan diterapkan adalah sistem pengolahan termal,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Sapto Djatmiko, Selasa (12/5/2026).

Sapto menjelaskan bahwa metode tersebut berbeda dengan praktik pembakaran sampah secara terbuka yang kerap menimbulkan Akibat lingkungan. Eksis sistem Tertentu, sehingga emisi karbon monoksidanya Enggak muncul.

“Konsepnya memang pembakaran, tapi menggunakan sistem Tertentu. Jadi bukan sekadar dibakar, melainkan Eksis teknologi sehingga emisi karbon monoksidanya Enggak muncul,” Jernih Sapto.

Sistem termal tersebut dirancang dengan alat Tertentu yang dapat mengendalikan proses pembakaran, sehingga lebih terkontrol dan meminimalkan emisi. Dengan mekanisme ini, sampah rumah tangga yang masuk ke TPS, berpotensi dapat diolah langsung tanpa seluruhnya harus dikirim ke TPA.

Program penerapan teknologi ini direncanakan masuk dalam agenda perubahan anggaran (PAK) tahun 2026. Tahap awal akan difokuskan di TPA Mrican, sebelum dikembangkan secara bertahap ke TPS lain di berbagai Distrik Ponorogo. Begitu ini, terdapat Sekeliling 20 TPS yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Pemkab berharap penguatan fungsi TPS melalui teknologi termal dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah. Selain itu, langkah ini sekaligus mengurangi volume kiriman ke TPA dan memperbaiki sistem persampahan daerah secara bertahap. (end/but)