Ilustrasi. Foto: dok Antara.
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Formal membuka pendaftaran peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026 Tahap (Batch) 1 mulai Kamis, 16 Juli 2026.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan calon peserta sudah dapat mendaftar sekaligus memilih lowongan magang pada perusahaan yang telah dinyatakan lolos sebagai Kenalan penyelenggara.
“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi Demi memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya,” kata Darmawansyah dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.
Darmawansyah mengapresiasi perusahaan yang telah bergabung sebagai Kenalan penyelenggara Program Magang Nasional 2026 Batch 1. Menurutnya, partisipasi dunia usaha menjadi Elemen Krusial dalam memperluas kesempatan magang yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Program Magang Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026,” ujar Darmawansyah.

(Ilustrasi program magang. Foto: dok Volunoid)
Perusahaan diminta perhatikan sejumlah persyaratan
Kemnaker menjelaskan perusahaan yang belum lolos sebagai Kenalan penyelenggara akan menerima notifikasi sesuai hasil proses Pengecekan. Perusahaan yang memperoleh status “Penyelenggara Dalam Proses Pengecekan” belum dinyatakan lolos pada Batch 1. Tetapi, perusahaan tersebut akan Mekanis mengikuti proses Pengecekan dan seleksi pada tahap berikutnya yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Sementara itu, perusahaan yang menerima notifikasi “Penyelenggara Ditolak” perlu mengajukan pendaftaran ulang apabila Ingin mengikuti seleksi pada tahap selanjutnya.
Darmawansyah mengimbau perusahaan memperhatikan sejumlah persyaratan agar Kesempatan menjadi Kenalan penyelenggara semakin besar. Pertama, perusahaan harus memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) telah lengkap dan diperbarui, termasuk profil perusahaan, jumlah pegawai, data pegawai, operator, serta mentor perusahaan.
Kedua, lowongan magang yang diajukan harus sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Posisi yang bersifat operator atau Bukan mendukung pengembangan kompetensi peserta berpotensi Bukan lolos proses Pengecekan.
Ketiga, kurikulum magang harus disusun sesuai dengan posisi yang ditawarkan. “Kurikulum yang Terang dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses Pengecekan,” kata Darmawansyah.
