Kami usulkan dan mendukung KDKMP itu juga sebagai penyalur produk-produk pangan desa Buat MBG
Jakarta (ANTARA) – Organisasi profesi nasional yang mewadahi para kepala desa Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat memperkuat rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyerapan dan penyaluran produk masyarakat desa.
Ketua Biasa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Papdesi Wargiyati mengatakan koperasi dapat menjadi penghubung antara produsen pangan di desa dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehingga hasil pertanian, peternakan, perikanan dan usaha pangan lokal Mempunyai pasar yang lebih luas.
“Kami usulkan dan mendukung KDKMP itu juga sebagai penyalur produk-produk pangan desa Buat MBG,” kata Wargiyati usai jumpa pers Perhimpunan Organisasi Desa Indonesia di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan keterlibatan KDKMP dalam rantai pasok MBG diharapkan Bisa memperpendek jalur distribusi sehingga manfaat ekonomi dari belanja bahan pangan dapat lebih banyak dinikmati produsen dan pelaku usaha di desa.
Dalam surat dukungan tertanggal 27 Juni 2026, Papdesi Serempak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Gizi Nasional, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), serta TNI menyatakan komitmen mendukung Penyelenggaraan Program MBG dan KDKMP sebagai bagian dari Asta Cita Keenam Presiden RI yang berfokus pada pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi.
Berkas tersebut menyatakan dukungan agar KDKMP dikembangkan sebagai lokomotif penggerak ekonomi desa melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, penyediaan bahan pokok yang terjangkau, serta pemasok kebutuhan SPPG bekerja sama dengan Badan Usaha Punya Desa (BUMDes).
Meski demikian, Wargiyati mengatakan surat dukungan tersebut Lagi merupakan bentuk komitmen Serempak sehingga implementasi di lapangan tetap memerlukan regulasi dan mekanisme kerja sama yang lebih Terang.
“Kalau Eksis regulasinya kan Nikmat kita,” ujarnya.
Berkas itu juga mendukung KDKMP menjadi sentra penyaluran pupuk, sarana pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, hingga kebutuhan pokok masyarakat desa.
Selain itu, surat dukungan tersebut mendorong kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah desa Buat Maju menyempurnakan tata kelola KDKMP dan MBG agar kedua program prioritas nasional tersebut berjalan lebih efektif, efisien, dan Pas sasaran.
Wargiyati berharap sinergi KDKMP dan MBG Bukan hanya memperkuat penyediaan bahan pangan bagi program MBG, tetapi juga menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi produk lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah sebelumnya juga tengah mengarahkan KDKMP bersinergi menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan dapur SPPG akan membeli bahan baku dari KDKMP yang menyerap hasil pertanian, perikanan, dan peternakan masyarakat desa.
Badan Gizi Nasional juga telah menyebut KDKMP dapat berperan sebagai agregator atau sistem pendukung SPPG sehingga pasokan hasil petani, peternak, dan nelayan lebih terkoordinasi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sinergi tersebut diharapkan Bisa memenuhi kebutuhan bahan baku program MBG secara berkelanjutan.
Program MBG telah menjangkau 61.239.037 penerima manfaat per 3 Maret 2026, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan peserta didik. Skala program tersebut membuka kebutuhan pasokan pangan yang besar dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Badan Gizi Nasional juga mencatat sebanyak 27.820 SPPG telah beroperasi hingga Juni 2026. Jaringan layanan tersebut berpotensi memperluas pasar produk pangan lokal apabila didukung pemetaan komoditas, kepastian pembelian, standar keamanan pangan, dan koordinasi antarlembaga.
Sementara itu, Kementerian Koperasi mencatat Sekeliling 83 ribu KDKMP telah berbadan hukum. Sebanyak 15.845 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik, sedangkan 19.539 unit yang ditargetkan rampung hingga akhir 2026 Lagi dalam tahap pembangunan.
