Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di tiga Posisi berbeda Adalah Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan pada Kamis, 2 Juli 2026. Penangkapan ini terkait dugaan suap paket pekerjaan proyek di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat, ditambah dugaan gratifikasi pengisian jabatan pemerintahan. Selain Syah Afandin, lembaga antirasuah turut menjaring enam orang lainnya, termasuk seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Langkat dan lima pihak swasta.
Satu dari pihak swasta tersebut adalah Yaqub Abdhal Al Mu’arif yang merupakan mantan tim sukses sang bupati pada Pilkada 2024 dan kini ikut ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan barang bukti berupa Doku Kas ratusan juta rupiah serta 55 keping logam platinum seberat total 55 kilogram di dalam mobil Punya Syah Afandin. Yaqub selaku tim sukses diduga mendapatkan 80 paket pekerjaan senilai Rp9,5 miliar di Dinas Pendidikan dan 5 paket proyek senilai Rp748 juta di Dinas Perkim melalui metode Pengadaan Langsung.
Atas pengerjaan tersebut, Syah Afandin meminta fee sebesar 10 persen dari proyek di Dinas Pendidikan dan 17 persen dari proyek di Dinas Perkim, dengan total suap yang telah diterima sejak 2025 mencapai Rp800 juta dari komitmen awal Rp1,117 miliar. Kasus ini memicu keprihatinan mendalam dari KPK lantaran bupati sebelum Syah Afandin, Adalah Terbit Rencana Perangin Angin, juga ditangkap dalam OTT pada tahun 2022.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan pers mengenai situasi berulang yang terjadi di Kawasan Sumatra Utara tersebut. “Ironinya, SAF merupakan Wakil Bupati pada Demi itu, kemudian menjadi Plt. Bupati, dan terpilih menjadi Bupati periode 2025-2030.
Sehingga peristiwa tertangkap tangan kali ini, seolah menjadi praktik korupsi yang back to back,” kata Budi, Juru Bicara KPK. Pihak KPK menilai pola kejadian ini memperlihatkan kegagalan pembenahan integritas di lingkungan pemerintah daerah setempat.
“Bahkan seperti regenerasi pelaku korupsi di Kabupaten Langkat,” tambahnya Budi, Juru Bicara KPK.
KPK menegaskan penindakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran kepala daerah agar Enggak mengulangi praktik serupa. “Terjeratnya kembali Bupati Langkat ini juga menjadi peringatan keras bagi jajaran pemerintah daerah,” sebut Budi, Juru Bicara KPK. Bukan hanya perkara suap proyek, tim penyidik juga menemukan indikasi gratifikasi senilai Rp3,5 miliar terkait pengisian jabatan camat, mutasi di Dinas Pendidikan, hingga pengaturan posisi kepala sekolah dan pengadaan seragam SD.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membeberkan persentase potongan komitmen dari proyek pengadaan langsung tersebut.
“Syah Afandin selaku Bupati Langkat periode 2025-2030 atas pekerjaan yang diberikan kepada YQB meminta fee 10% dari proyek di Disdik, and 17% dari proyek di Disperkim,” kata Achmad Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK. Ia juga menyoroti bagaimana praktik lancung dalam sektor pendidikan ini mencederai masa depan generasi muda dan memicu keresahan para ASN di Langkat.
“Ketika jabatan kepala sekolah diperdagangkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya tata kelola pemerintahan, melainkan juga masa depan pendidikan anak-anak,” ujar Achmad Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK. Taufik menambahkan bahwa perdagangan jabatan ini berimbas langsung pada stabilitas internal pegawai pemerintahan.
“Hal ini juga diketahui di lapangan bahwa ini telah menimbulkan keresahan di lingkungan ASN (aparatur sipil negara) Pemerintah Kabupaten Langkat,” katanya Achmad Taufik Husein, Plt Direktur Penyidikan KPK. Di sisi lain, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti tampak emosional dan menangis Demi mengetahui Berita penangkapan pasangannya di pemerintahan. “Saya menghormati azas tak bersalah,” ujar Tiorita, Wakil Bupati Langkat.
Tiorita mengaku terakhir Bersua Syah Afandin Demi peringatan Hari Bhayangkara dua hari sebelumnya dan belum mendapatkan informasi detail mengenai ASN yang ikut ditangkap.
“Saya berdoa, bersujud agar kabupaten Langkat ini Seluruh kita berdoa supaya Pak Bupati selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan buat keluarga saya harap agar tabah menghadapi ujian ini,” urainya Tiorita, Wakil Bupati Langkat. KPK kini telah melakukan penyegelan di sejumlah ruangan di Kabupaten Langkat Kepada mengamankan bukti-bukti tambahan guna penyidikan lebih lanjut.
