Ilustrasi. Foto: Dok MI
Jakarta: Nilai Ubah (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat Begitu dolar AS tergelincir didorong pelemahan inflasi konsumen.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 15 Juli 2026, rupiah berada di level Rp18.070 per USD. Mata Duit Garuda tersebut naik 21 poin atau setara 0,12 persen dari Rp18.091 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.094 per USD. Rupiah bergerak menguat enam poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin sebesar Rp18.088.

(Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani)
Rupiah fluktuatif cenderung melemah
Analis pasar Duit Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan Rabu akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.Mata Duit rupiah bergerak di rentang Rp18.090 per USD hingga Rp18.140 per USD.
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen Presiden AS Donald Trump yang akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran setelah pertukaran militer yang diperbarui dengan Teheran. Trump juga mengatakan Washington akan memungut biaya 20 persen pada kargo yang melewati Selat Hormuz Kepada menutupi biaya keamanan.
Sementara itu, lanjut Ibrahim, kenaikan harga minyak mentah berdampak pada pasar keuangan yang lebih luas, menekan pasar saham dan meningkatkan kekhawatiran inflasi karena investor menilai kembali potensi Pengaruh kenaikan biaya Kekuatan terhadap pertumbuhan Mendunia dan kebijakan bank sentral.
Di sisi lain, pasar merespons positif setelah S&P Mendunia Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai lima persen setiap tahunnya Tiba dengan tiga tahun ke depan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Lembaga pemeringkat ini mempertahankan peringkat kredit Indonesia dalam kategori layak investasi BBB dengan prospek tetap Konsisten.
