Legislator Perempuan DPRD Jember Protes Soal Asap Rokok dalam Rapat

Foto BeritaJatim.com

Jember (Liputanindo.id) – Sejumlah legislator Perempuan angkat bicara soal kebiasaan merokok dalam rapat di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka merasa terganggu, Tetapi selama ini tak berani bersuara.

Rapat-rapat di DPRD Kabupaten Jember memang selama ini tak bebas dari asap rokok. Merokok Begitu mengikuti rapat di gedung parlemen, termasuk rapat paripurna, menjadi kelaziman di Jember, yang merupakan daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Siti Baidaus Sholeha, Personil Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, merasa terganggu Begitu Eksis yang menyalakan rokok di dekatnya pada Begitu rapat. “Kadang Pria berkumpul meerokok Seluruh. Saya biasanya duduk di ujung,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Nilam Noor Fadilah Wulandari, Personil Komisi B dari Fraksi Partai Golkar, menyayangkan adanya asap tokok dalam rapat di gedung parlemen. “Di mana-mana, di tempat Lumrah, apalagi di rapat terhormat, sangat disayangkan kalau Eksis asap rokok,” katanya.

Sebenarnya, menurut Nilam, sudah sejak Pelan legislator Perempuan mengeluhkan hal tersebut. “Tapi Bukan Eksis media, mau sambat (mengeluh) kepada siapa. Diingatkan secara lisan sudah. Pendekatan dari hati ke hati sudah,” katanya.

Akhirnya Nilam memilih mengalah, ikut rapat dengan memakai masker. “Kalau sudah kena asap rokok Niscaya drop. Mungkin juga karena Unsur usia. Tapi itu juga Bukan menjadikan Kawan-Kawan perokok aktif merasa (berempati),” katanya.

Dalih yang paling banyak disodorkan legislator Pria Buat menyalakan rokok adalah membantu berkonsentrasi Begitu rapat. Tetapi Nilam sebaliknya. Dia Bahkan kehilangan konsentrasi Begitu menghirup asap rokok. “Berpikir saja Bukan Bisa,” katanya.

Feni Purwaningsih, Personil Komisi C dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, merasakan hal yang sama. “Katanya Jember Kota Tembakau, Meski Sebaiknya Eksis ruang-ruang tertentu yang memang Bukan boleh merokok. Apalagi di ruang ber-AC,” katanya.

Namin sama seperti Baidaus dan Nilam, Feni memilih mengalah daripada berdebat. “Lebih Berkualitas Diriku yang menghindar,” katanya pasrah.

Indi Naidha, Sekretaris Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan, mengingatkan bahwa Dampak asap terhadap perokok pasif lebih berbahaya. “Menurut kami sebagai Perempuan ya Sebaiknya merokok pada tempatnya,” katanya.

Indi menyerahkan urusan merokok Begitu rapat ini kepada pimpinan DPRD Jember. “Itu ranah pimpinan,” katanya.

Nilam sadar bahwa tata tertib Bukan mengatur Pelarangan merokok Begitu rapat. “Tapi harapannya pimpinan mengerti persoalannya krusial ya. Memang Bukan Eksis aturan tapi ini kan persoalan krusial yang sebenarnya harus dipahami Serempak,” katanya.

“Merokok itu Bukan boleh kalau di ruang ber-AC. Peraturan secara tertulis memang Bukan Eksis. Perda memang Bukan Eksis. Tapi dari dulu kala kan begitu,” kata Nilam.

Nilam akan berbicara dengan sejumlah legislator Perempuan Buat mengusulkan Restriksi aktivitas merokok di gedung parlemen, terutama pada Begitu rapat. Begitu ini dari empat pimpinan, tiga orang bukan perokok. Salah satunya juga Perempuan.

“Silakan merokok, tapi jangan di Lembaga. Keluar sebentar dari foruim. Mereka mesti mengeluh kalau Bukan merokok Bukan menemukan inspirasi. Oke, tapi Bukan di ruangan yang tertutup dan Eksis AC. Itu sih yang menjadi critical point,” kata Nilam.

Feni setuju Buat membicarakan hal itu dengan pimpinan DPRD Jember. “Sekarang kan Eksis wakil ketua dari Perempuan. Eksis perwakilan Perempuan di pimpinan. Mungkin nanti kami bicarakan, kami juga Bisa lebih bersuara demi kepentingan Serempak juga,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jember Widarto membuka ruang Percakapan dengan legislator Perempuan. “Apapun aspirasi Personil Niscaya kami tindaklanjuti. Tapi kami kolektif kolegial. Nanti kami kembalikan juga ke Personil,” katanya.

Isu merokok ini menjadi sorotan publik setelah politisi Gerindra Achmad Syahri Assidiqi viral di media sosial karena bermain game daring sembari merokok dalam rapat dengar pendapat membahas stunting (tengkes).

“Saya kaget, sepuluh tahun jadi Personil DPRD Provinsi Jawa Timur, kalau paripurna enggak Eksis yang meerokok. Nah, pas masuk ke Jember, banyak yang meerokok. Bukan Hanya Personil DPRD, Kepala OPD (Organisasi Peangkat Daerah) juga banyak yang merokok,” kata Bupati Muhammad Fawait, Rabu (13/5/2026) malam.

Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember M. Holil Asyari menyatakan, Bukan Eksis Pelarangan dalam tata tertib. “Merokok dalam kegiatan rapat Bukan diatur dalam tata tertib,” katanya.

Bupati Fawait berharap sorotan terhadap urusan merokok ini Bisa menjadi momentum perbaikan. “Mudah-mudahan nanti aturannya diperjelas,” katanya.

Nilam sepakat Eksis peraturan daerah yang membatasi aktivitas merokok di ruang publik. “Itu akan lebih manis,” katanya. [wir/but]