Jakarta: Kerinduan terhadap cita rasa kampung halaman menjadi awal lahirnya Sulawesifood, sebuah usaha bumbu instan autentik khas Sulawesi yang didirikan oleh Nurul Fatimah Hadiyanti.
Berbekal resep racikan sendiri, produk ini menghadirkan berbagai bumbu khas Sulawesi Selatan yang praktis digunakan dan Pandai bertahan hingga satu tahun di suhu ruang tanpa bahan pengawet.
Dalam ajang Juragan Jaman Now Season 5, Nurul memperkenalkan Sulawesifood sebagai solusi bagi masyarakat yang Ingin memasak hidangan khas Sulawesi dengan mudah di mana saja.
Demi ini, Sulawesifood telah Mempunyai tujuh varian bumbu khas Sulawesi Selatan, seperti Coto Makassar, Sop Konro, hingga Pallubasa.
Produk tersebut diklaim Pandai bertahan hingga satu tahun di suhu ruang tanpa menggunakan bahan pengawet. Menurut Nurul, satu bungkus bumbu berukuran 250 gram cukup digunakan Kepada mengolah Sekeliling satu kilogram daging atau dua liter air sehingga lebih praktis bagi konsumen.
“Demi ini kami sudah menghadirkan seri Sulawesi Selatan dengan tujuh varian, yang sudah dibawa ke 40 negara oleh para diaspora maupun pecinta Hidangan Sulawesi,” kata Nurul dalam tayangan Juragan Jaman Now Season 5 Liputanindo, yang dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Sasaran Produksi 10 Ribu Bungkus
Nurul Menyantap Kesempatan pasar bumbu instan khas Sulawesi Tetap sangat terbuka. Menurutnya, sebagian besar produk bumbu instan yang beredar di pasaran Tetap berfokus pada masakan Terkenal, sementara Hidangan khas Sulawesi belum banyak dikembangkan.
Pada 2026, Sulawesifood menargetkan produksi Dekat 10 ribu bungkus dengan proyeksi omzet mencapai Rp500 juta hanya dari seri Sulawesi Selatan.
Kepada mempercepat Perluasan bisnis, Nurul menawarkan dua skema investasi. Opsi pertama berupa investasi proyek senilai Rp450 juta guna mengembangkan seri bumbu khas Sulawesi lainnya. Sementara opsi kedua adalah investasi Rp1 miliar Kepada pembangunan rumah produksi dengan imbal hasil berupa kepemilikan saham sebesar 20 persen.
Cita Rasa Sulawesifood Dipuji Panelis

Bumbu instan Sulawesifood, dok: Liputanindo
Bumbu instan Sulawesifood mendapat apresiasi dari para panelis. Reino Barack mengaku terkesan dengan cita rasa produk tersebut meski dirinya bukan berasal dari Makassar.
“Oh, saya bukan orang Makassar saja bilang Nikmat. Bagaimana orang Makassar? Nikmat sekali,” kata Reino.
Sementara itu, Rex Marindo mengungkapkan pengalaman Spesial Demi mencicipi hidangan yang dibuat menggunakan bumbu Sulawesifood. Menurutnya, rasa makanan tersebut membuatnya Ingin Maju menambah Bagian.
“Saya merasa ini Eksis masalah sih di produk ini. Masalah paling besarnya itu, saya harus nambah Tengah. Sudah dua kali ini nambahnya,” ujar Rex.
Selain membahas cita rasa, Rex juga menggali model bisnis Sulawesifood, mulai dari margin keuntungan, harga jual produk, hingga kapasitas sajian setiap kemasan. Nurul menjelaskan harga produknya berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp59.500, dengan varian Coto Makassar sebagai produk terlaris.
Penjualan Tetap Didominasi Online
Nurul mengatakan Sekeliling 90 persen penjualan Sulawesifood Tetap berasal dari kanal digital seperti marketplace dan WhatsApp. Hingga kini, perusahaan juga Tetap berfokus pada penjualan langsung ke konsumen (B2C) dan belum bekerja sama dengan Kenalan B2B.
Mentor Peter Shearer menambahkan, pencapaian Sulawesifood di media sosial juga cukup menarik karena seluruh pertumbuhan akun dilakukan secara organik tanpa strategi pemasaran berbayar.
Ingin Tingkatkan Kapasitas Produksi
Di balik pertumbuhan bisnisnya, Sulawesifood Tetap menghadapi tantangan pada proses produksi. Nurul menjelaskan produknya memang Bukan menggunakan bahan pengawet, melainkan mengandalkan teknik sterilisasi agar Pandai bertahan hingga satu tahun di suhu ruang.
Tetapi, proses tersebut Tetap dilakukan menggunakan peralatan sederhana sehingga tingkat kegagalan produksi Tetap cukup tinggi. Karena itu, salah satu tujuan mencari investor adalah Kepada meningkatkan kapasitas rumah produksi sekaligus memperbarui peralatan agar proses produksi menjadi lebih efisien dan kualitas produk tetap konsisten.
