Pramono Anung Prioritaskan Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen merampungkan proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Pasar Minggu hingga Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang posisinya sejajar dengan rel kereta api.

Keputusan tersebut diambil karena proyek infrastruktur pengurai kemacetan ini telah terbengkalai selama bertahun-tahun melewati tujuh masa kepemimpinan gubernur sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (2/7/2026).

Langkah taktis ini diumumkan Pramono seusai melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan flyover Latumenten yang berlokasi di Jakarta Barat.

“Saya termasuk yang berkali-kali diberi masukan yang berkaitan dengan jalan yang sejajar dengan rel kereta. Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu yang lewat BIN, itu kan sudah tujuh gubernur enggak selesai-selesai,” kata Pramono.

Pusat perhatian Pemprov DKI kini dialihkan ke jalur Pasar Minggu setelah beberapa persoalan lahan berskala besar seperti kasus Sumber Waras, penataan area Jakarta International Stadium (JIS), hingga koridor Rasuna Said mulai menunjukkan titik terang penyelesaian.

“Karena begitu kemarin Rasuna Said selesai, Sumber Waras alhamdulillah selesai, kemudian juga JIS sekarang sudah lebih Berkualitas. Sekarang saya dimention tentang itu. Maka kemarin dalam rapat dua Tiba tiga bulan yang Lampau, saya memutuskan ini menjadi prioritas Kepada diselesaikan karena sudah tujuh gubernur belum selesai,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap penyambungan akses jalan tembus ini Pandai mengurai kepadatan volume kendaraan yang kerap mengular di sepanjang perlintasan kereta hingga area Sekeliling BIN.

“Mudah-mudahan dengan penyelesaian itu, kemacetan yang Eksis di jalan sejajar Pasar Minggu dan juga di BIN akan berkurang,” tuturnya.

Merespons instruksi kepala daerah, Dinas Bina Marga DKI Jakarta langsung menyusun linimasa pengerjaan dengan menargetkan seluruh proses pembebasan lahan koridor tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya sebelum akhir tahun ini.

“Kepada pembebasan insyaallah tahun ini, fisik tahun depan,” kata Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Proyek infrastruktur ini dirancang sebagai jalan tembus Kepada memecah penumpukan kendaraan pada jam padat pagi dan sore hari sekaligus menghapus titik putaran berbahaya yang memotong perlintasan sebidang kereta api.

Kebijakan penutupan pelintasan tersebut selaras dengan Surat Kemenhub Dirjen Perkeretaapian Nomor: A.576/KS/DJKA/X/2017 yang diterbitkan pada 27 Oktober 2017 silam mengenai penanganan perlintasan sebidang di Jakarta.

Upaya menyambungkan jalan putus atau missing link ini sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2023 dengan menginventarisasi sepuluh Letak strategis di seluruh Area ibu kota.

“Pada Kamis (5/1/2023), Hari menjelaskan Begitu ini pembebasan lahan di empat jalan tengah berproses. Keempatnya adalah Jalan Waru, Jalan Seno-Masjid Al Makmur, jalan tembus Bangun Cipta Sarana, serta jalan akses menuju Rusun Rawa Bebek (Rencana 2023).”