BEI catat tujuh IPO hingga Juli 2026, empat emiten Lagi antre

IHSG Rabu dibuka melemah 2,32 poin ke posisi 5.984

Jakarta (ANTARA) – PT Bursa Dampak Indonesia (BEI) telah berhasil mengantarkan sebanyak tujuh perusahaan melangsungkan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) hingga 10 Juli 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengungkapkan Lagi terdapat sebanyak empat perusahaan berada dalam antrean akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.

“Tamat 10 Juli 2026, telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan Anggaran dihimpun Rp2,16 triliun. Hingga Ketika ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Saidu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dari empat perusahaan dalam antrean IPO, Saidu mengungkapkan sebanyak dua perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala kecil di Dasar Rp50 miliar.

Adapun, Penggolongan skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Sisi sektor dari empat perusahaan dalam antrean IPO, Saidu merincikan sebanyak dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor barang konsumen Esensial, dan satu perusahaan sektor barang baku.

Tamat 10 Juli 2026, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia sebanyak 963 perusahaan, yang ditargetkan mencapai 1.100 perusahaan pada 2030.

Demi penerbitan Dampak Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), BEI mencatat terdapat penerbitan 109 emisi dari 59 penerbit EBUS dengan Anggaran dihimpun senilai Rp100,12 triliun per 10 Juli 2026.

Tamat periode itu, Saidu mengungkapkan Lagi terdapat 12 emisi dari 11 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline (antrean) akan menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.

Sementara itu, Demi aksi rights issue (Hak Memesan Dampak Terlebih Dahulu/HMETD), telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,89 triliun per 10 Juli 2026.

Dalam antrean right issue, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, Yakni terdiri dari sektor properti.