Xi Jinping Tegaskan China Dukung Penuh Kedaulatan Belarus

Presiden China Xi Jinping menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas Distrik Belarus Begitu menerima kunjungan Presiden Alexander Lukashenko di Beijing pada Senin, 29 Juni 2026.

Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Belarus dan Ukraina, serta kekhawatiran negara-negara Barat atas peran Minsk dalam mendukung aksi militer Rusia.

Sebelum bertolak ke Beijing, Lukashenko dilaporkan telah mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman Valdai minggu Lewat.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa Beijing berkomitmen Demi Lalu memberikan Sokongan pembangunan sesuai kapasitasnya demi kemajuan Interaksi bilateral kedua negara.

Xi Jinping menilai kerja sama strategis ini sangat Krusial bagi stabilitas kawasan dan kemakmuran masyarakat di kedua belah pihak.

“The current China-Belarus relations are at a historic high,” ujar Xi Jinping, Presiden China sebagaimana dikutip saluran Telegram Pul Pervogo yang dilansir TASS.

Lukashenko menyambut Berkualitas penilaian positif tersebut dan menganggap kerja sama Dunia ini sebagai perwujudan dari rencana jangka panjang kedua negara.

“It is what we have discussed. And perhaps, to some extent, we have been dreaming about it ahead of this Dunia cooperation between Belarus and the People’s Republic of China,” kata Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.

Selain membahas isu geopolitik, Lukashenko melanjutkan agenda kunjungan dengan menghadiri upacara kelulusan mahasiswa Belarus di Universitas Peking pada 30 Juni 2026.

Program Serempak bidang bioteknologi antara Universitas Negeri Belarus dan Universitas Peking ini meluluskan angkatan pertama yang diproyeksikan membangun industri farmasi dalam negeri.

“I plan to be useful in Belarus. I want to work with immunoglobulins — it’s a new and promising field. New enterprises are opening in this area, and the knowledge I gained here will be extremely valuable,” kata Vladislav Stepanov, salah satu lulusan program bioteknologi.

Keberhasilan akademis ini membawa kebanggaan besar bagi keluarga yang berharap para lulusan baru dapat memberikan kontribusi Konkret bagi ilmu pengetahuan.

“I am so happy. I’m overwhelmed not just by today’s event, but by the fact that my son has realized himself. We are waiting for a great scientist,” kata Irina Stepanova, orang Sepuh dari salah satu wisudawan.

Lukashenko menegaskan bahwa seluruh lulusan berbakat ini wajib bekerja di Belarus Demi mengembangkan teknologi obat-obatan dan vaksin.

“We must go deeper so that the knowledge and experience these young people gain here spread across Belarus like a fan. Studying at one of the world’s leading universities is only the first step. Everything must serve practice and production.

These five graduates must create real enterprises in Belarus and produce products based on Chinese technologies — first and foremost in pharmacology. Your experience in drug and vaccine production is extremely important to us,” kata Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.

Pemerintah Belarus menjamin akan memberikan dukungan penuh bagi para ilmuwan muda ini tanpa Memperhatikan latar belakang sosial mereka.

“All 25 of our most gifted young biologists who studied under this program are already employed. Chinese companies and even Russian partners were ready to hire them. But my strict requirement is that they must work in Belarus, in close cooperation with Chinese companies, and produce concrete medicines — including for cancer treatment,” ujar Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.

Lukashenko juga memberikan motivasi langsung kepada para lulusan Demi mendedikasikan keahlian mereka bagi kemajuan tanah air.

“You must know that you are ours. You are Belarusians. You must do everything possible for the development of Belarus.

We have a strong foundation for your work. You will always have the highest level of support. Create.

Build. A great future lies ahead of you,” tutur Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.

Kunjungan ke universitas tersebut diakhiri dengan penanaman pohon Serempak sebagai simbol dimulainya babak baru kerja sama pendidikan antara Belarus dan China.

“It doesn’t matter whose son or daughter they are — the son of the President or a boy from a village school. They had equal chances to stand on this stage today,” ucap Alexander Lukashenko, Presiden Belarus.