Bhayangkara Presisi di Ambang Final Four

Foto BeritaJatim.com

Gresik (Liputanindo.id)– Skuad Jakarta Bhayangkara Presisi di ambang final four usai memenangkan pertandingan melawan Surabaya Samator 3-0 (25-20, 26-24, 25-12) diajang Proliga 2026 yang digelar di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Minggu (1/2/2026).

Di laga selanjutnya, Jakarta Bhayangkara hanya butuh dua set kemenangan Kepada mengunci menuju final four.

Dalam lima laga yang sudah dimainkan dan memantapkan posisi mereka di urutan kedua klasemen dengan nilai 10. Apabila mendapat dua set dalam satu laga, maka Alvin Daniel dkk sudah mengantongi poin 11.

Dengan poin 11 Kagak Pandai dikejar peringkat kelima, Medan Falcons Tirta Bhagasasi yang sudah menjalani lima laga dan menyisakan tiga laga. Seandainya pun Bhagasasi meraih tiga kemenangan dengan 3-0 atau 3-1 dari tiga laga, Kagak Pandai mengejar poin Presisi.

Usai laga, Instruktur Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Alfonso Gonzales Toiran mengatakan timnya sudah belajar dari pertemuan sebelumnya dan bermain lebih agresif Kepada menekan Rival.

“Pada pertemuan pertama kami memang sempat kecolongan satu set, kali ini kami Kagak Mau itu terulang. Anak-anak main bagus dan sesuai instruksi,” ujarnya.

Anak-anak Surabaya Samator memberikan perlawanan ketat pada set pertama dan kedua. Bahkan, pada set kedua, Samator semput memimpin dalam perolehan Nomor hingga 18-16.

Akan tetapi, pengalaman dan mental Pemenang yang dimiliki para pemain Bhayangkara Pandai membalikkan keadaan Ketika terjadi deuce 24-24. Tim Punya Polri ini akhirnya merebut set kedua dengan skor 26-24.

Kelebihan dua set semakin meningkatkan serangan Bhayangkara Presisi pada set ketiga. Sebaliknya, anak-anak Samator yang mayoritas pemain muda tampak semakin tertekan dan sering melakukan kesalahan.

Akhirnya, Randy Tamamilang dkk menyudahi perlawanan Samator dengan skor telah 25-12. Laga set ketiga sempat diwarnai sedikit ketegangan antara Randy dengan setter Samator Lyvan Taboada.

“Sebenarnya Kagak Eksis apa-apa, itu hal Lumrah saja. Nanti kalau di luar lapangan juga sudah selesai,” tutur Randy.

Secara keseluruhan,pemain yang dibesarkan di klub Surabaya Samator itu mengatakan timnya Dapat menang telak karena Kagak banyak melakukan kesalahan dan bermain lebih menekan.

Sementara itu, Manajer Surabaya Samator Hadi Sampurno mengatakan bahwa secara permainan, timnya Dapat mengimbangi Bhayangkara Presisi pada set pertama dan kedua.

“Set pertama Kagak terlalu bagus, tetapi beberapa kali dapat keberuntungan sehingga poinnya agak ketat. Set kedua malah sempat unggul, Tetapi kalah di Nomor-Nomor kritis. Mungkin itu kemudian yang Membikin mental anak-anak down pada set ketiga,” pungkasnya.(dny/ted)