“Dia mencetak gol di Piala Dunia!” – Keluarga para pencetak gol timnas AS (USMNT) menceritakan bagaimana rasanya Memperhatikan orang-orang terkasih mewujudkan impian mereka

Goal.com

Sama seperti Nyaris Seluruh orang lainnya, Antonio Freeman pun harus menunggu.

Putranya, Alex Freeman, telah menyundul bola ke gawang Rival yang sepertinya Membikin skor menjadi 2-0 atas Australia, tetapi kemudian bendera offside dikibarkan. Kegembiraan itu terhenti sejenak, Tetapi akhirnya berlanjut. Setelah tinjauan VAR, gol tersebut dikonfirmasi, Membikin pemain termuda USMNT itu berlari melintasi lapangan dengan rekan-rekan setimnya mengejar dari belakang.

Freeman senior telah menciptakan banyak momen Krusial sepanjang kariernya di NFL. Dia Paham apa artinya meraih kesuksesan di lapangan, dan dia Paham bagaimana rasanya ketika Anda Pas-Pas tampil maksimal Kepada tim Anda. Tetapi, perasaan ini? Rasanya berbeda.

“Wah, Saya langsung menangis,” katanya kepada U.S. Soccer. “Saya memakai kacamata hitam, mengenakan jersey Freeman, dan Saya langsung menangis. Memperhatikan Alex dan rekan-rekan setimnya berlari-lari setelah gol itu disahkan, Saya menangis lebih keras Kembali, bro. Bagi mereka, Alex itu seperti adik kecil bagi Seluruh orang di tim. Itu membuatku meneteskan air mata, bro, karena Engkau Dapat saja Mempunyai momen-momen individu, tapi ketika Engkau Mempunyai momen-momen tim, itulah yang membuatnya istimewa.”

Sementara itu, Reyna punya Metode merayakannya sendiri. Setelah mencetak gol trivela yang menakjubkan Kepada mengunci kemenangan 4-1 atas Paraguay, Reyna mengambil bola dan menyimpannya di Rendah bajunya. Setiap penggemar sepak bola Paham apa artinya itu. Itu adalah pengumuman kehamilan. Dia dan istrinya, Chloe, hanya menunggu waktu yang Pas Kepada mengumumkannya ke publik, dan apa waktu yang lebih Berkualitas daripada di Piala Dunia?

“Saya sudah mengetahuinya sejak beberapa bulan Lampau,” kata Reyna setelah mencetak gol, “jadi saya menunggu waktu yang Pas, dan ini rasanya seperti Demi yang Pas.”

Sementara perayaan Freeman dan Reyna penuh emosi bagi keluarga masing-masing, Emily Trusty, ironisnya, sama sekali melewatkan momen suaminya. Demi Auston Trusty berlari kencang menuju bangku cadangan setelah mencetak gol hanya beberapa menit setelah pertandingan melawan Turki dimulai, yang Dapat dilakukannya hanyalah Memperhatikan ke sekeliling. Pertama, matanya Bersua dengan Kerabat Perempuan suaminya, Onnie, sebelum kemudian menunduk dan Memperhatikan putrinya. Dari situ, tak Terdapat Kembali yang Dapat menahannya.

“Kerabat perempuannya lah yang menginspirasinya Kepada bermain, dan Saya menatapnya Kepada Memperhatikan apakah reaksi kami sama,” kenang Emily Trusty. “‘Apakah itu Pas-Pas Auston? Apakah itu Pas-Pas dia?’ Kami saling menatap, dan kami pun menangis terisak karena menyadari bahwa itu memang dia. Putriku sedang bermain di dekat kakiku, dan Demi Saya menonton ulang videonya sekarang, dia terlihat meraba-raba kakiku mencoba bangun. Saya Bukan menyaksikan perayaan gol itu karena Demi itu Saya sedang membungkuk Sembari menangis. Kemudian kami Seluruh kembali Pusat perhatian, suasana menjadi hening, dan kami hanya terdiam karena terkejut. Kurasa kami Tetap gemetar sepanjang sisa pertandingan.

“Kocak juga, karena orang-orang memberi selamat dan merayakannya seolah-olah itu kami,” lanjutnya. “Saya membicarakan hal itu dengan Auston setelah gol itu, dan bagaimana Saya merayakan serta menangis seolah-olah itu Saya. Saya Bukan melakukan apa-apa. Saya hanya menonton, tapi Seluruh orang datang dan memberi selamat padaku, padahal bukan Saya, 1.000 persen itu dia. Saya hanya di sini merayakan hal itu.”

Air mata Gregg Berhalter baru mengalir beberapa Demi kemudian. Pada Demi itu, Demi putranya Sebastian mencetak gol ke gawang Turki, yang Terdapat hanyalah senyuman dan gerakan mengepalkan tangan. Air mata itu baru mengalir beberapa jam kemudian.

“Tentu saja luar Lumrah Dapat menyaksikan putra Anda bermain di Piala Dunia, tapi baginya Dapat mencetak assist dan gol dalam satu pertandingan di Piala Dunia, maksud saya, itu sungguh luar Lumrah,” kata Berhalter kepada ESPN. “Ini Pas-Pas salah satu hal yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, terutama perasaannya karena Anda begitu bangga padanya.

“Demi Saya berada di pesawat setelah pertandingan dalam perjalanan pulang, Saya naik penerbangan malam Sembari merenungkan semuanya. Air mata mengalir begitu Saya memikirkan perjalanannya dan betapa berartinya hal itu baginya.”

Bagi orang-orang terkasih para pencetak gol, gol-gol itu sangat istimewa. Pada Demi-Demi seperti itu, keluarga merenungkan perjalanan yang telah dilalui, yang seringkali menjadi Dalih mengapa air mata yang tertahan selama puluhan tahun akhirnya tumpah, Berkualitas di stadion maupun, dalam kasus Berhalter, di pesawat penerbangan malam.

Tetapi, momen-momen tersebut Bukan hanya terbatas pada keluarga masing-masing individu. Terdapat juga keluarga besar. Ketika seorang pemain mencetak gol, pandangan para pendukung dan keluarga USMNT segera tertuju pada orang-orang terkasih pemain tersebut, dan air mata itu pun berubah menjadi sorak-sorai.