Kebijakan integrasi tarif transportasi Standar dengan biaya maksimal Rp10.000 di DKI Jakarta dipastikan Lagi Lanjut berjalan hingga sekarang. Langkah ini diterapkan agar masyarakat dapat menikmati layanan antarmoda yang lebih murah, efisien, dan praktis Ketika bepergian.
Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan transportasi yang dikelola oleh badan usaha Punya daerah (BUMD) Jakarta, seperti Mikrotrans, Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Integrasi biaya tersebut berlaku selama tiga jam pada waktu sibuk pagi hari, dilansir dari Money.
Sekretaris Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Dedy Cahyadi, memberikan konfirmasi mengenai keberlanjutan program ini di Jakarta pada Sabtu (27/6/2026).
“Itu sudah jalan, dan Tiba sekarang juga tetap dilaksanakan,” kata Dedy.
Penerapan tarif terintegrasi ini memungkinkan pengguna angkutan Standar berpindah ke moda lain dalam kurun waktu tiga jam tanpa perlu membayar biaya penuh di setiap moda, terutama bagi pekerja di Area ibu kota.
“Artinya begini, apabila Eksis seseorang yang Mau berangkat dan kerja di Area DKI Jakarta dalam periode waktu tiga jam, mereka Dapat menggunakan berbagai Macam-macam moda. Berkualitas menggunakan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, atau feeder termasuk Mikrotrans dan itu dihitung hanya Rp10.000,” ujar Dedy.
Melalui mekanisme pemotongan saldo Mekanis pada kartu Dana elektronik yang terhubung dengan JakLingko, penumpang cukup melakukan tap-in dan tap-out Ketika berganti armada.
“Ini lebih murah, lebih efisien dibanding menggunakan parsial satu moda dengan moda yang lainnya. Coba bandingkan LRT Jakarta dari Bogor ke Bekasi, ke Jakarta aja sudah Rp20.000 kan ya? Tapi dengan moda integrasi dalam periode waktu tertentu itu lebih murah,” ucap Dedy.
Skema tarif ini juga diharapkan Pandai meringankan beban pengeluaran transportasi harian sekaligus memicu ketertarikan masyarakat luas Demi beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.
“Dan diharapkannya nanti masyarakat itu Dapat menggunakan public transport atau angkutan Standar dari Area rumahnya ke tempat bekerja di Area DKI Jakarta,” tambah Dedy.
Sebagai Teladan operasional, penumpang dari Bekasi yang menggunakan LRT Jakarta menuju Dukuh Atas dan melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta hanya dikenakan tarif total maksimal Rp10.000 selama Lagi dalam batas waktu tiga jam.
“Tiga jam, biasanya pagi jam 6 Tiba jam 9. Jadi kalau mau merasakan, sekarang menggunakan kartu Dana elektronik kartu apa saja e-money, berangkat jam 6 tapi pindah moda misalkan dari Bekasi naik LRT Bekasi Lanjut turun di Dukuh Atas mau ke kota tinggal naik Transjakarta, pindah halte itu selama tiga jam maksimal Rp10.000. Seperti itu, sudah berlaku,” kata Dedy.
