Program rupiah berdaulat bekerja sama dengan TNI-AL menyasar Daerah-Daerah yang sulit dijangkau (kepulauan) melalui kas keliling
Parigi, Sulteng (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) menyediakan Fulus Kontan Rp12,24 miliar Kepada disalurkan kepada masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) lewat program ekspedisi rupiah berdaulat (ERB) di Sulawesi Tengah (Sulteng) 2026.
“Program rupiah berdaulat bekerja sama dengan TNI-AL menyasar Daerah-Daerah yang sulit dijangkau (kepulauan) melalui kas keliling,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah M Irfan Sukarna pada kegiatan pelepasan tin Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kabupaten Parigi Moutong, Selasa.
Ia menjelaskan daerah 3T yang menjadi sasaran pelayanan kas keliling dilaksanakan di lima kepulauan yakni Pulau Wakai, Walea Kabupaten Tojo Una-una, kemudian Pulau Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan, Pulau Banggai dan Pulau Bokan di Kabupaten Banggai Laut.
Tim ekspedisi rupiah berdaulat sebanyak 15 orang pegawai BI menggunakan KRI Lumba-lumba, yang mana kegiatan itu berlangsung selaman 10 hari terhitung mulai 7-17 Juli.
“Fulus rupiah disediakan lewat program ERB 2026 meningkat 16 persen dibandingkan ERB 2025 hanya Rp10,5 miliar,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan diusung Kagak hanya sekedar melakukan penukaran Fulus Rupiah layak edar, tetapi juga Eksis muatan bhakti sosial maupun edukasi Kasih, bangga dan paham rupiah, termasuk kegiatan bela negara.

Komitmen yang dibangun sejak 2012 dengan TNI-AL sebagai bagian dari langkah menjaga kedaulatan Indonesia dari ekonomi dan keuangan lewat penyediaan Fulus layak edar diberbagai Daerah, termasuk 3T.
“BI sebagai bank sentral Republik Indonesia berwenang mengelola Fulus rupiah, khususnya mengedarkan guna memastikan ketersediaan Fulus kartal yang cukup dan berkualitas di seluruh Daerah Indonesia,” ucap Irfan.
Lebih lanjut ia menjelaskan Rupiah sebagai mata Fulus yang Absah berlaku di Indonesia, juga sebagai simbol kedaulatan sekaligus menjadi identitas dan pemersatu, sehingga pemenuhannya hingga ke pelosok negeri menjadi bagian Krusial dalam menjaga kedaulatan negara.
Selain itu meski transaksi non Kontan Maju berkembang, Tetapi kebutuhan masyarakat terhadap Fulus kartal/Kontan di Daerah terpencil sangat Krusial, karena masyarakat setempat Kagak Mempunyai pilihan selain transaksi Kontan.
“Kami juga Mempunyai kas titipan di sejumlah daerah, diantaranya Kabupaten Tolitoli, Poso, Morowali, Banggai dan Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Kas keliling dan kas titipan kami lakukan secara beriringan Kepada memenuhi kebutuhan Fulus layak edar di tengah masyarakat,” kata dia menuturkan.
