Onahi Kagak membutuhkan waktu bertahun-tahun Kepada membuktikan kemampuannya. Setelah satu musim Berbarengan Avranches, ia berhasil meyakinkan Angers Kepada merekrutnya, dan di sanalah dunia mulai menemukan seorang gelandang yang berbeda—yang Kagak hanya sekadar merebut bola atau mengatur serangan, melainkan Bisa memadukan kedua tugas tersebut dengan kelancaran yang langka.
Tetapi, ledakan sesungguhnya terjadi di Qatar.
Onahi memasuki Piala Dunia 2022 tanpa sorotan media yang besar, dan keluar sebagai salah satu penemuan terkemuka turnamen tersebut, setelah memainkan peran Primer dalam pencapaian bersejarah Maroko dengan mencapai semifinal, sebagai tim Arab dan Afrika pertama yang mencapai babak ini.
Pertandingan melawan Spanyol itulah yang mengubah hidupnya sepenuhnya.
Ounahi menguasai lini tengah lapangan, berhasil mematahkan tekanan tim Spanyol berulang kali, dan berlari tanpa henti sepanjang pertandingan, hingga Membikin Luis Enrique melontarkan kalimat terkenalnya setelah pertandingan: “Ya Tuhan… dari mana datangnya pemain ini?”
Kemudian ia menambahkan: “Kami mengenal Ziyech, Amrabat, dan El Nesyri, tapi pemuda ini sungguh luar Lazim.”
Itu bukan sekadar kata-kata dalam konferensi pers, melainkan pengakuan dari salah satu Instruktur terbaik di dunia, yang mengangkat Onahi dari status pemain tak dikenal menjadi salah satu nama paling dicari di bursa transfer.
