Malang (Liputanindo.id) – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten, Zia Ulhaq mendukung langkah tegas Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN.
Selain itu penggantian Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pengembangan Organisasi dan Rekanan Kelembagaan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
“Ini langkah yang harus kita dukung. Karena tata kelola BGN harus di perbaiki sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto,” tegas Zia, Rabu (3/6/2026).
Pergantian Kepala BGN, sambung Zia, kedepan harus menjadi lebih Bagus meliputi seluruh aspek. “Program MBG ini kan Kagak main main ya. Kalau memang Eksis dapur yang jelek, ya harus menerima sangsi tegas. Harus sesuai standar yang sudah ditentukan BGN. Jadi Kagak Pandai asal bikin dapur atau SPPG apabila kelayakannya Kagak terjamin,” beberapa Zia.
Bagi dapur yang Kagak mempunyai IPAL, SLHS dan sejenisnya harus diberhentikan sementara atau suspend Demi dilakukan perbaikan secepatnya. “Langkah suspend ini kan juga memberi tenggang waktu. Misalkan satu bulan dapur harus direnovasi, ya wajib dilakukan. Kalau Kagak maka akan ditutup permanen. Dan setiap bulan, Eksis pengawasan diseluruh Kawasan Kabupaten Malang,” tuturnya.
Menurut Zia, suspend berhubungan dengan tata kelola SPPG atau dapur yang Kagak memenuhi standar. Begitu ini, Sekeliling 15 dapur di Kabupaten Malang yang terkena suspend. Sehingga, dalam waktu sebulan kedepan mulai bulan Juni ini, harus segera Eksis perbaikan.
“Kami mendukung langkah Presiden Prabowo Demi Kudus Kudus tata kelola di BGN Tamat ke tingkat SPPG,” ujarnya.
Zia menambahkan, instruksi Presiden agar kepala daerah turut melakukan pengawasan secara langsung pada SPPG.
“Dengan pergantian Kepala BGN kedepan Cita-cita kita Pandai dikelola secara transparan dan akuntabilitas. Kami di daerah ketika Eksis informasi SPPG yang brengsek, ya kita katakan brengsek. Kita tegur agar segera melakukan perbaikan,” pungkas Zia. (yog/ted)
