Ilustrasi. Foto: Magnific.
Melalui organisasi tersebut, Perempuan didorong berperan aktif dalam memperkuat ketahanan sosial, mengembangkan ekonomi desa, serta mengawal pembangunan di tingkat akar rumput.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sebanyak 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan Perempuan atau Sekeliling 37 juta orang. Kontribusi Perempuan melalui sektor UMKM juga mencapai Sekeliling 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran Perempuan dalam menggerakkan perekonomian, termasuk di Daerah pedesaan melalui pengembangan UMKM dan pemanfaatan potensi lokal.
Gagasan penguatan ketahanan sosial dan ekonomi desa tersebut menjadi salah satu Konsentrasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) perdana Srikandi Jaga Desa yang digelar di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Munas menjadi Lembaga konsolidasi awal bagi jajaran pengurus pusat hingga daerah sebelum pelantikan Formal organisasi.
Meningkatkan Perempuan dalam pembangunan desa
Ketua Standar DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlaela Tubagoes mengatakan pembentukan organisasi tersebut merupakan langkah strategis Buat meningkatkan partisipasi Perempuan dalam pembangunan desa.
Menurut dia, Perempuan Mempunyai peran besar mulai dari keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat sehingga membutuhkan wadah yang terorganisasi.
“Srikandi Jaga Desa akan menjadi Kenalan pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan Perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga,” ujar Ella dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 Juli 2026.

“Perempuan bukan Tengah sekadar pelengkap pembangunan, melainkan elemen strategis yang memegang peran Krusial dalam efisiensi dan Ciptaan ekonomi. Ketika potensi lokal dikelola secara inklusif dan modern, desa dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang Independen,” kata Maya.
Menurut dia, pemberdayaan Perempuan Bukan cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga perlu didukung akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, dan penguatan kapasitas kewirausahaan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Abpednas Reda Manthovani menilai keterlibatan Perempuan juga Krusial dalam memperkuat fungsi pengawasan di tingkat desa.
“Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika Perempuan dilibatkan secara aktif dalam mengawal kebijakan desa, potensi penyimpangan dapat ditekan,” ujar Reda.
Memperkuat fondasi masyarakat desa
Ketua Standar DPP Abpednas Indra Primer menambahkan pembangunan desa yang kuat memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk Perempuan.
“Membangun desa yang Independen dan kuat Bukan Bisa dilakukan secara parsial. Srikandi hadir sebagai sayap strategis Abpednas Buat memperkuat fondasi sosial masyarakat desa,” kata Indra.
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos melalui pesan tertulis menyampaikan bahwa penguatan ekonomi keluarga menjadi fondasi bagi pembangunan desa.
“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan keluarga. Karena itu, Perempuan harus berani mengambil peran kepemimpinan, menggerakkan UMKM, sekaligus menjadi pelindung bagi anak-anak,” ujarnya.
Melalui Munas perdana tersebut, Srikandi Jaga Desa menegaskan komitmennya Buat memperkuat ketahanan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan kepemimpinan Perempuan dalam pembangunan nasional.
