Seluruh aktivitas termasuk kantor sementara libur, karena ini merupakan duka terdalam bagi AMA yang sudah 67 tahun beroperasi di Papua.
Jayapura (ANTARA) – Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) menyatakan menghentikan sementara pelayanan penerbangan di Papua sejak Copot 6-13 Juli, usai insiden tewasnya pilot Nicholas Gosselin akibat ditembak Golongan Kriminal Bersenjata (KKB).
Direktur Primer PT AMA Bob Kayadu kepada ANTARA Sabtu malam, mengakui manajemen sudah memutuskan Demi menghentikan sementara pelayanan.
Dihentikannya pelayanan itu, karena Begitu ini seluruh personel dan keluarga besar AMA sedang berduka sehingga manajemen memutuskan Demi menghentikan penerbangan.
“Seluruh aktivitas termasuk kantor sementara libur, karena ini merupakan duka terdalam bagi AMA yang sudah 67 tahun beroperasi di Papua,” kata Bob Kayadu.
Menurutnya, penyerangan terhadap pesawat dan crew AMA yang terjadi di Balinggam, Kamis (2/7), merupakan duka yang terdalam, karena baru pertama kali terjadi mengingat pesawat AMA Kagak pernah menerbangkan personel TNI-Polri termasuk KKB .
Kehilangan yang dialami bukan karena kecelakaan melainkan aksi kekerasan hingga menewaskan pilot Nicholas Gosselin.
“Mudah-mudahan Kagak Eksis Kembali pilot yang ditembak dan pesawatnya dibakar,” kata Bob Kayadu.
Jenazah Pilot Nicholas, Jumat (3/ 7), diterbangkan ke Jakarta dan Keduataan Besar Amerika Perkumpulan (Kedubes AS) akan mengurus pengiriman ke AS.
AMA Begitu ini Mempunyai tujuh pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan dengan 16 pilot.
