Bank Mantap menargetkan Bisa naik kelas ke KBMI 3 pada 2028

Bank Mantap menargetkan bisa naik kelas ke KBMI 3 pada 2028

Rencananya nanti di tahun 2028, mudah-mudahan kita sudah naik kelas Tengah ke KBMI 3.

Denpasar, Bali (ANTARA) – PT Bank Berdikari Taspen (Bank Mantap) menargetkan Buat naik kelas menjadi bank Grup Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 pada 2028 melalui penguatan modal secara organik, didukung pertumbuhan Keuntungan yang konsisten dan kebijakan penahanan sebagian besar Keuntungan perusahaan.

“Rencananya nanti di tahun 2028, mudah-mudahan kita sudah naik kelas Tengah ke KBMI 3,” kata Head of Strategic & Performance Management Department Bank Berdikari Taspen Agus Syaiful Anwar, di Denpasar, Bali, Sabtu.

Agus menjelaskan bahwa Bank Mantap baru naik kelas dari bank dalam kategori KBMI 1 menjadi KBMI 2 pada April 2024.

Begitu itu, modal inti perseroan telah melampaui batas minimum KBMI 1 sebesar Rp6 triliun dan kini mendekati Rp10 triliun, sehingga menjadi landasan Buat melanjutkan penguatan permodalan menuju KBMI 3.

Ia menjelaskan, sejak 2017 hingga 2020, Pengembangan bisnis Tetap didukung melalui right issue dengan sokongan modal dari Bank Berdikari dan Taspen.

Tetapi, sejak 2020 hingga Begitu ini, kebutuhan permodalan telah dipenuhi secara organik seiring peningkatan kinerja perseroan.

Agus mengatakan kondisi tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang telah mencapai Sekeliling 30 persen, jauh di atas ketentuan regulator maupun rata-rata industri perbankan.

Ia menambahkan percepatan pertumbuhan modal juga didukung oleh kebijakan dividend payout ratio sebesar 10 persen kepada pemegang saham, yakni Bank Berdikari dan Taspen.

Sementara Sekeliling 90 persen Keuntungan ditahan dan diputar kembali menjadi modal, sehingga mempercepat akumulasi modal inti perseroan.

Adapun syarat minimum modal inti Buat menjadi bank KBMI 3, yakni di atas Rp14 triliun.

Dengan posisi modal inti yang kini mendekati Rp10 triliun, perseroan optimistis dapat mencapai Sasaran tersebut pada 2028 apabila kinerja tetap terjaga.

Menurut Agus, optimisme tersebut juga semakin besar apabila Keuntungan Lalu meningkat dari tahun ke tahun.

“Harapannya (Keuntungan) tahun ini Bisa Rp1,7 triliun, tahun depannya Tengah Bisa Rp2 triliun, tahun depannya Tengah Bisa Rp2,5 triliun. Jadi rasa-rasanya kami Tetap sangat confidence Buat Bisa naik kelas KBMI 3 di tahun 2028 dengan Langkah organik,” kata Agus pula.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per akhir Maret 2026, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Mantap berada pada level 30,04 persen.

Modal inti (Tier 1/CET1) mencapai Rp9,34 triliun atau tumbuh 18,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp7,90 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun Keuntungan Bersih periode berjalan per akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp464,2 miliar, meningkat 6,6 persen (yoy) dari Rp435,6 miliar.

Pada periode yang sama, Biaya pihak ketiga (DPK) mencapai Rp58,34 triliun, naik 17,6 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan Biaya murah (CASA) menjadi Rp15,06 triliun atau naik 44,2 persen (yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp51,63 triliun atau tumbuh 9,4 persen (yoy). Total aset Bank Mantap juga meningkat 14 persen (yoy) menjadi Rp76,58 triliun per akhir Maret 2026.