Papua: Kronologi penembakan pilot AS dan pembakaran pesawat di Yahukimo Papua – Apa respons pemerintah AS?

Yahukimo, Nicholas F. Goselin, AMA Air, TNPB, Papua.

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 6 menit

Pemerintah Amerika Perkumpulan (AS) menyatakan pihaknya Lanjut berkomunikasi dengan pihak berwenang Indonesia terkait pilot AS yang ditembak Tewas oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (03/07).

Departemen Luar Negeri AS dalam keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Jumat (03/07) siang, mengatakan, pihaknya Lanjut berkomunikasi dengan pihak berwenang Indonesia.

Mereka mengaku bahwa pihaknya sudah mengetahui bahwa pihak berwenang Indonesia sedang menyelidiki laporan Kematian seorang Anggota AS di Papua.

“Serta memantau perkembangannya secara saksama,” demikian rilis tertulis tersebut.

Mereka juga Lanjut berkomunikasi dengan keluarga pilot Nicholas F. Goselin.

“Enggak Eksis prioritas yang lebih tinggi daripada keselamatan dan keamanan Anggota Amerika,” kata Deplu AS.

Pilot asal Amerika Perkumpulan itu menjadi korban serangan Golongan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (02/07).

Diduga serangan yang menewaskan Nicholas F. Goselin itu terjadi ketika pesawat PT AMA Air PK-RCY itu mendarat di bandara itu.

Laporan-laporan menyebut pesawat itu kemudian dibakar oleh TPNPB.

Sebelumnya, jenazah pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, telah dievakuasi pada Jumat (03/07), kata otoritas Indonesia.

Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Riyanto, menyebut proses evakuasi dimulai dengan operasi Tertentu perebutan Segera Demi menguasai dan mengamankan lapangan terbang.

Selain mengevakuasi korban, personel TNI juga menyisir dan mengejar pelaku penembakan serta pembakaran pesawat.

Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengatakan pihaknya telah menembak Tewas pilot Anggota AS tersebut.

Pesawat itu mengangkut satu pilot dan tujuh penumpang, kata Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia.

BBC News Indonesia mendatangi kantor PT Associated Mission Aviation (AMA) di Jalan Bandara Sentani Demi meminta konfirmasi terkait insiden itu.

Seorang staf PT AMA yang enggan disebutkan namanya mengatakan jenazah korban belum tiba dari Timika.

Staf itu menolak memberi keterangan lebih lanjut dan mengatakan hanya direktur perusahaan yang berwenang menjawab pertanyaan wartawan.

Bagaimana kronologinya?

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, pesawat perintis jenis pilatus Punya PT Associated Mission Aviation (AMA) tersebut berangkat dari Bandar Udara Wamena pada Kamis (02/07) pukul 06.30 WIT dengan membawa satu orang pilot dan tujuh penumpang.

Pesawat dilaporkan mendarat di Lapangan Terbang Balinggama pada pukul 06.46 WIT.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebut Enggak diperoleh adanya informasi terkait kondisi keamanan di area Sekeliling lapangan terbang tersebut yang menunjukkan adanya situasi keamanan yang Enggak kondusif.

Sebelum penerbangan dilaksanakan, klaim Kemenhub, informasi cuaca pada rute penerbangan dilaporkan dalam kondisi Berkualitas.

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo berfoto depan pesawat AMA PK RCY yang dibakar di Lapter Balinggama.

Tetapi demikian, berdasarkan laporan awal, Enggak terdapat penyampaian informasi mengenai situasi keamanan dari Lapangan Terbang Balinggama sebelum pesawat mendarat.

Setelah pilot melaporkan bahwa pesawat telah mendarat, komunikasi dari pos area di lapangan terbang tersebut dilaporkan terputus.

Kuat dugaan, begitu mendarat dan menurunkan muatan, sekelompok orang yang diklaim sebagai TPNPB menyerang dan membakar pesawat.

Pihak otoritas bandara di Wamena baru menerima laporan darurat dari Manajer PT AMA beberapa jam kemudian, tepatkan pada pukul 09.39 WIT.

Belakangan, Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas serangan terhadap pilot Anggota Amerika Perkumpulan beserta pembakaran pesawat tersebut.

Sebby menyatakan TPNPB telah menembak Tewas Nicholas F. Goselin lantaran diduga mengangkut Laskar dan logistik militer Indonesia ke provinsi yang tengah bergejolak itu.

Kehadiran pesawat itu, klaimnya, melanggar Embargo mereka terhadap penerbangan sipil di Kawasan-Kawasan yang dianggap Golongan tersebut sebagai Area operasi.

Pilot Nicholas F. Goselin, WNA asal USA yang menerbangkan pesawat AMA PK-RCY.

Sementara itu, Komandan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Elkius Kobak, juga mengklaim bahwa penembakan terhadap pilot Nicholas dilakukan atas perintahnya.

Ia Mengucapkan, mereka telah mengeluarkan ultimatum yang melarang seluruh pesawat sipil memasuki Kawasan operasional TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

“Kami juga menyampaikan kepada pemerintah AS, melalui kedutaan besarnya di Indonesia, dan kepada negara-negara Personil PBB bahwa penembakan terhadap pilot Amerika ini merupakan konsekuensi dari kesalahan pemerintah Indonesia, AS, Belanda, dan PBB…”

“Yang gagal mengatasi akar masalah konflik di Papua antara militer Indonesia dan TPNPB yang telah berlangsung selama 64 tahun,” ucap Elkius Kobak.

Akibat konflik berkepanjangan itu, sambungnya, setidaknya puluhan ribu Anggota sipil tewas dan ratusan ribu Anggota adat Papua terpaksa mengungsi ke berbagai Kawasan tanpa Sokongan kemanusiaan melalui Komite Palang Merah Indonesia (ICRC).

Karenanya, Elkius maupun Sebby mendesak PBB Demi memfasilitasi perundingan yang melibatkan pemerintah Indonesia, TPNPB, dan perwakilan rakyat Papua.

Serta, memperingatkan bahwa kelompoknya bakal Lanjut menargetkan pesawat sipil lain yang diyakini membantu operasi militer di Kawasan tersebut.

Apa langkah pemerintah Indonesia?

Tentara Indonesia berhasil mengevakuasi jenazah pilot Nicholas F. Goselin, yang tewas dalam aksi penembakan dan pembakaran pesawat di Bandara Ipdeheik, pada Jumat (03/07).

Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Riyanto, mengklaim operasi evakuasi dilakukan melalui Operasi Tertentu Perebutan Segera Demi mengamankan bandara sebagai titik masuk Sokongan, serta operasi penyelamatan taktis guna mengevakuasi korban.

Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin

Dalam operasi tersebut, tentara melibatkan 10 personel yang didukung dua helikopter Caracal.

Proses evakuasi dilakukan di tengah medan pegunungan yang sulit dijangkau, sambungnya.

Bersamaan dengan proses evakuasi, tentara juga melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan yang turut membakar pesawat.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan Letak, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap pelaku,” Riyanto menambahkan.

Bagaimana nasib para penumpang pesawat?

Pilot Nicholas F. Goselin disebut mengangkut tujuh penumpang yang merupakan Anggota Asli Papua.

Ketujuh penumpang tersebut masing-masing bernama Eston Sobolim, Kwenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso.

Kodam Cendrawasih melaporkan tujuh penumpang itu dalam kondisi Terjamin dan selamat.

“Tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan orang Asli Papua dilaporkan selamat dan kondisi Terjamin,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Tri Purwanto, Jumat (03/07).

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Jakarta dan Departemen Luar Negeri telah dihubungi Demi dimintai komentar.

Sebagai informasi, pada 2024, seorang pilot Selandia Baru dibebaskan setelah 19 bulan menjadi tahanan Golongan yang sama, setelah negosiasi panjang oleh para pejabat di Jakarta dan Wellington.

Sebulan sebelumnya, para Personil TNPB telah membunuh Anggota Selandia Baru lainnya, pilot helikopter Glen Malcolm Conning, yang ditembak tak lelet setelah mendarat di sebuah desa terpencil.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.