Selama bertahun-tahun, All Blacks, tim rugby union terkenal asal Selandia Baru, Lanjut mencatatkan performa yang kurang memuaskan. Setelah menjuarai Piala Dunia Rugby pertama pada tahun 1987, tim yang selalu dijagokan sebelum turnamen ini Bahkan kalah dalam tiga pertandingan semifinal dan satu final pada empat edisi berikutnya, sebelum tersingkir di babak perempat final pada tahun 2007. Sesuatu harus berubah.
Dan perubahan itu pun terjadi. Bekerja sama dengan Gazing Performance, dengan menerapkan prinsip ‘Red2Blue’ mereka, All Blacks belajar Langkah mengubah stres dan kecemasan dalam mengejar gelar Piala Dunia kedua (kepala merah) menjadi pola pikir yang jernih dan terfokus yang diperlukan Kepada meraihnya (kepala biru). Hal ini menjadi topik pembicaraan yang hangat setelah kemenangan Selandia Baru di kandang sendiri pada tahun 2011 dan secara signifikan meningkatkan profil Gazing Performance, hingga akhirnya menarik perhatian Bapak Parkinson.
Begitu itu, keluarga Parkinson sedang pindah rumah. Denis, Kerabat Pria Erica, telah direkrut Kepada bermain di akademi Porto, sehingga Bapak mereka hanya perlu menempuh penerbangan singkat ke London Kepada Berjumpa dengan Martin Fairn, CEO Gazing. Di sanalah ia menanyakan kemungkinan perusahaan tersebut bekerja sama dengan Denis dan Erica dalam sesi pelatihan mental satu Musuh satu.
“Saya Mengucapkan, ‘Saya akan sangat senang Apabila mereka mau melakukannya dan Apabila Anda juga mau’,” kenang Fairn kini, Begitu berbicara dengan GOAL. “Jadi, saya Berjumpa dengan mereka berdua. Denis menjawab, ‘Ya, ya. Saya siap’. Dia adalah pemuda yang sangat Giat, sangat jernih, dan sangat cerdas secara emosional. Sedangkan Erica, yang Begitu itu berusia 12 tahun, Mengucapkan, ‘Apa yang dia lakukan? Saya Mau mencobanya juga’. Dan Apabila Anda pernah Berjumpa Erica, Anda Niscaya Paham bahwa memang begitulah sifatnya.”
