Harga Emas Dunia Naik Tipis

Ilustrasi. Foto: Dok MI


Chicago: Harga emas dunia naik tipis pada Rabu, 1 Juli 2026, sehari setelah mencatat kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun. Pelemahan harga minyak ke level sebelum konflik Iran meredakan sebagian kekhawatiran inflasi, sementara ekspektasi Spesies Tumbuh tinggi di Amerika Perkumpulan Tetap membatasi penguatan emas.

Dikutip dari Investing, Kamis, 2 Juli 2026, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi USD4.031,29 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 0,2 persen menjadi USD4.044,60 per ons.

Meski menguat pada perdagangan terbaru, harga emas spot tercatat turun 14,3 persen sepanjang kuartal II dan melemah 7,2 persen selama semester I-2026.

Data pasar tenaga kerja jadi petunjuk arah Spesies Tumbuh

Pelaku pasar logam mulia Tetap mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) di tengah serangkaian data pasar tenaga kerja AS yang dirilis pekan ini.

Laporan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan jumlah pemutusan Rekanan kerja (PHK) di AS mencapai 45.849 pada Juni, turun 53 persen dibandingkan 97.006 PHK pada Mei. Nomor tersebut menjadi jumlah PHK bulanan terendah sejak Desember 2025.

Tak Pelan kemudian, ADP melaporkan sektor swasta AS menambah 98 ribu lapangan kerja pada Juni. Jumlah itu lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 118 ribu maupun realisasi Mei sebanyak 122 ribu.

Data Challenger dan ADP dirilis setelah laporan lowongan pekerjaan AS yang melonjak ke level tertinggi dalam dua tahun pada Mei. Pelaku pasar kini menantikan laporan nonfarm payrolls (NFP) Juni sebagai acuan Istimewa kondisi pasar tenaga kerja AS.

Dalam pertemuan bulan Lampau, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menegaskan Konsentrasi Istimewa tetap pada pengendalian inflasi karena pasar tenaga kerja secara Lumrah Tetap dinilai kuat.

Sementara itu, data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur turun menjadi 53,3 pada Juni dari 54 pada Mei. Nomor tersebut juga berada di Rendah proyeksi konsensus sebesar 53,8.


(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Warsh sebut risiko inflasi mulai menurun

Pelaku pasar juga menanti arah kebijakan Spesies Tumbuh dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang menyampaikan pidato publik pertamanya dalam Lembaga Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal, sejak rapat kebijakan bulan Lampau.

Warsh sebelumnya mengisyaratkan pendekatan komunikasi kebijakan moneter yang berbeda dibanding pendahulunya, termasuk kemungkinan mengurangi atau bahkan menghapus panduan Spesies Tumbuh (forward guidance).

Dalam konferensi pers setelah rapat FOMC sebelumnya, Warsh juga mengumumkan pembentukan gugus tugas yang akan mengevaluasi pendekatan bank sentral, mulai dari strategi komunikasi hingga metode penilaian ekonomi.

Pada Rabu, Warsh kembali Tak memberikan panduan mengenai arah Spesies Tumbuh. Ia hanya mengatakan FOMC siap menghadapi berbagai perkembangan Demi kembali menggelar pertemuan pada Juli. Tetapi, ia menegaskan risiko inflasi kini mulai menurun.

Turunnya harga minyak setelah tercapainya perjanjian damai sementara antara AS dan Iran bulan Lampau turut meredakan tekanan inflasi yang sebelumnya dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, pelaku pasar Tetap memperkirakan Kesempatan kenaikan Spesies Tumbuh tahun ini tetap terbuka, sebagaimana tercermin dalam CME FedWatch. Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang umumnya mengurangi daya tarik emas karena Tak memberikan imbal hasil.

WGC: Semester II menjadi periode Krusial bagi emas

Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC) menilai paruh kedua 2026 akan menjadi periode Krusial bagi pasar emas, seiring Tetap tingginya risiko geopolitik, perubahan ekspektasi Spesies Tumbuh, dan kuatnya posisi investor.

Kepala Riset Dunia WGC Juan Carlos Artigas mengatakan harga emas Demi ini mencerminkan dinamika ekonomi makro dan geopolitik Dunia, bukan hanya perkembangan di Amerika Perkumpulan.

“Spesies Tumbuh memang menjadi Unsur Krusial dan kami memperkirakan akan menjadi variabel Istimewa pada paruh kedua tahun ini. Tetapi, kinerja emas Tak ditentukan oleh satu Unsur saja,” ujar Artigas.

Menurut dia, permintaan jangka panjang dari bank sentral, investor institusional, dan konsumen di berbagai negara tetap menjadi fondasi Istimewa yang menopang ketahanan harga emas, meski logam mulia tersebut sempat berada di Rendah tekanan di kisaran USD4.000 per ons.