Kemenhub dan Organda perkuat budaya keselamatan angkutan Biasa

Kemenhub dan Organda perkuat budaya keselamatan angkutan umum

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Berbarengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) memperkuat sinergi Demi membangun budaya keselamatan transportasi melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Biasa (SMKAU).

Langkah tersebut diharapkan Pandai menekan risiko kecelakaan sekaligus mendorong terciptanya layanan angkutan Biasa yang lebih Terjamin, tertib, dan berkelanjutan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Muiz Thohir mengatakan salah satu bentuk kolaborasi itu diwujudkan melalui penyelenggaraan bimbingan teknis kepada para pengusaha angkutan agar penerapan SMKAU dapat dilakukan secara konsisten.

“Demi itu kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Organda ataupun juga Kolega-Kolega di seluruh Kawasan lakukan,” kata Muiz dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Organda 2026 di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Muiz, setiap pelaku usaha tentu Enggak menginginkan armada yang dioperasikan mengalami kecelakaan. Karena itu, berbagai langkah Konkret perlu dilakukan Demi meminimalkan risiko melalui penerapan sistem manajemen keselamatan.

Kementerian Perhubungan pun Maju mendorong sosialisasi dan diseminasi pentingnya SMKAU kepada seluruh pelaku usaha agar budaya keselamatan semakin mengakar di sektor transportasi.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan SMKAU menjadi perhatian pemerintah dan diarahkan sebagai salah satu persyaratan dalam mendukung pengembangan usaha angkutan yang Terjamin, tertib, dan berkelanjutan.

“Bahkan ini juga arahan dari pimpinan (Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi) bagaimana pemenuhan terhadap sistem manajemen keselamatan Biasa itu sebagai persyaratan Demi pengembangan usaha,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan Organda, Kementerian Perhubungan berharap penerapan budaya keselamatan Maju meningkat sehingga Pandai memberikan perlindungan yang lebih Bagus bagi penumpang, pengemudi, maupun seluruh pengguna jalan.

Sementara itu, Ketua Biasa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan organisasinya telah memulai sosialisasi SMKAU sebagai bagian dari upaya menekan Nomor kecelakaan Lewat lintas.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Bilik Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Jasa Raharja Demi memperkuat budaya keselamatan di sektor transportasi.

Adrianto menjelaskan, sosialisasi perdana telah digelar di Medan, Sumatera Utara, dan akan dilanjutkan secara bertahap ke berbagai daerah hingga Pulau Jawa agar semakin banyak pelaku usaha memahami pentingnya penerapan SMKAU.

“Rencananya kita akan keliling yang kedua, ketiga, keempat Maju kita akan jalankan. Pertama kemarin di Medan, kita akan turun Maju ke Rendah Tamat ke Jawa. Mudah-mudahan Maju mengumandangkan bagaimana sistem manajemen keselamatan itu perlu diadakan,” katanya.

Menurut Adrianto, penerapan sistem manajemen keselamatan harus Maju dikampanyekan sebagai tanggung jawab Berbarengan sehingga budaya keselamatan menjadi bagian dari operasional perusahaan angkutan setiap hari.

Ia menegaskan keselamatan merupakan prioritas Penting Organda. Karena itu, seluruh Member didorong Demi memenuhi ketentuan keselamatan sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi penyelenggaraan angkutan Biasa.

Adrianto juga mengakui bahwa setiap kali terjadi kecelakaan Lewat lintas, Organda sering menjadi pihak pertama yang dimintai penjelasan publik, meskipun kendaraan yang terlibat belum tentu merupakan Member organisasi atau telah memenuhi persyaratan administrasi maupun operasional.

“Karena Maju-menerus kalau sudah Eksis kecelakaan Lewat lintas yang ditelepon (Organda), gimana anggotanya? Padahal yang ODOL (over dimension over loading), yang kecelakaan Lewat lintas itu belum tentu Member Organda,” tegasnya.

Meski demikian, Organda berkomitmen akan Maju membina para Member melalui edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan pemerintah agar kualitas pelayanan serta keselamatan angkutan penumpang maupun barang Maju meningkat.