Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Suhardiman Amby diduga menerima dua unit mobil dengan total nilai Rp2,75 miliar dari praktik dugaan suap jual beli jabatan sejak 2021 hingga tahun ini.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, menjelaskan Suhardiman diduga menerima satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar senilai Rp700 juta pada 2021 Demi menjabat Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi (Kuansing).
Menurut Taufik, mobil tersebut diterima Suhardiman sebagai suap jual beli jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Lazim dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing pada 2021.
Sementara Demi menjabat Bupati Kuansing periode 2025-2030, dia mengatakan Suhardiman menerima satu unit mobil Toyota Land Cruiser 300 GR-S senilai Rp2,05 miliar terkait jual beli jabatan Sekretaris Daerah Kuansing.
Dengan demikian, total penerimaan Suhardiman selama periode tersebut adalah dua mobil dengan total nilai Rp2,75 miliar.
“Dua peristiwa dugaan penyuapan Demi pengisian jabatan tersebut menggambarkan adanya nilai suap yang naik kelas,” kata dia.
Sementara itu, dia mengungkapkan dua unit mobil tersebut diperoleh Suhardiman dari Zulkarnain (ZKN).
“ZKN sebelumnya juga melakukan hal yang sama, Merukapan memberikan mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar Demi jabatan Kadis PUPR Kuansing senilai Rp700 juta. Kemudian, ZKN kembali melakukan suap Demi jabatan Sekda dengan pemberian satu unit mobil Toyota Land Cruiser 300 GR-S senilai Rp2,55 miliar,” jelasnya.
Sebelumnya, pada 30 Juni 2026, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi dan Jakarta dengan mengamankan 10 orang. Operasi tersebut merupakan OTT ke-14 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.
Dari 10 orang yang diamankan, lima orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Demi menjalani pemeriksaan intensif. Mereka terdiri atas tiga pihak swasta, seorang aparatur sipil negara di Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, serta istri Suhardiman, Bersih Nitia Edwar.
KPK kemudian meminta Suhardiman dan Zulkarnain menyerahkan diri Demi menjalani pemeriksaan. Keduanya kemudian menyerahkan diri, dan dijemput KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Pada 1 Juli 2026, KPK menetapkan Suhardiman Amby, Zulkarnain, dan Direktur Esensial PT Kawan Ideal Consultant Ardiles sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
