AS dan Iran Sepakati Draf Pelonggaran Hukuman Ekspor Minyak

Amerika Perkumpulan dan Iran menyelesaikan draf mengenai pencabutan sementara Hukuman terhadap ekspor minyak Teheran dalam perundingan teknis kesepakatan damai di Swiss pada Minggu, 21 Juni 2026. Perundingan di Burgenstock tersebut merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang disepakati seminggu sebelumnya demi meredakan permusuhan di Timur Tengah.

“Pembicaraan teknis tersebut diakhiri dengan finalisasi draf mengenai pelonggaran sementara Hukuman yang dikenakan pada ekspor minyak Iran,” kata Hossein Ghorbanzadeh, seorang Member tim negosiasi Iran.

Ghorbanzadeh menambahkan bahwa ketentuan lain dari nota kesepahaman Bukan akan berlaku kecuali serangan Israel di Lebanon dihentikan. Berdasarkan laporan Anadolu Agency, delegasi Iran juga membahas pencairan aset yang dibekukan oleh pihak Amerika Perkumpulan melalui pertemuan dengan pihak ketiga.

“Mediasi Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar Demi mengakhiri Perang Lebanon,” kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran melalui media sosial X.

Araghchi menambahkan kemajuan tersebut mencakup komitmen pembebasan Hukuman ekspor minyak, pencairan aset, hingga rencana rekonstruksi besar-besaran bagi negaranya. Tetapi, ia juga mengunggah gambar kritis yang menyandingkan foto siswi yang gugur akibat serangan udara dengan dokumentasi Piala Dunia.

“Dari lapangan sepak bola, ke meja perundingan, hingga ke medan perang, setiap langkah yang kami ambil sebagai Penduduk Iran adalah bagian dari perjuangan yang lebih besar: membela kehormatan dan Derajat rakyat kami tercinta,” tulis Abbas Araghchi.

Di tengah proses diplomasi ini, situasi di lapangan Tetap tegang setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada akhir pekan akibat dugaan pelanggaran kesepakatan oleh Israel dan Amerika Perkumpulan. Dampaknya, Kpler mencatat Lewat lintas kapal yang melintasi selat strategis tersebut merosot tajam menjadi hanya lima kapal pada hari Minggu.

Merespons dinamika tersebut, Washington menunjukkan sikap yang keras terkait kepatuhan terhadap perjanjian yang sedang disusun. Pembukaan kembali Selat Hormuz secara Hanya-Hanya selama 60 hari menjadi poin krusial yang Lanjut dinegosiasikan oleh kedua belah pihak.

“Iran harus segera menghentikan proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari menimbulkan masalah. Kalau Bukan, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras Tengah, seperti yang kami lakukan minggu Lewat, hanya lebih keras,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Ancaman konflik ini turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia di pasar komoditas. Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan Senin pagi, harga minyak mentah Brent melemah ke posisi US$79,48 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di level US$76,46 per barel.