Wisma Danantara Indonesia. Foto: Dok istimewa
Jakarta: Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya. Dalam satu tahun, semangat seluruh BUMN Kepada bergerak dalam satu langkah Berbarengan dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan Akibat yang lebih luas bagi masyarakat.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan, tahun pertama perjalanan Danantara Indonesia difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola, sekaligus memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara.
“Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Fondasi tata kelola dan kelembagaan
Sebagai entitas induk yang menjalankan mandat pengelolaan strategis aset negara, BPI Danantara pada tahun pertama berfokus pada pembangunan fondasi tata kelola kelembagaan.
Sepanjang 2025, BPI Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola (governance framework) yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan Kepada memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan profesional.
Dalam mendukung stabilitas dan penguatan Mendasar perusahaan negara, Danantara juga berperan dalam mendukung Penyelenggaraan sejumlah program prioritas pemerintah, antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, serta pengembangan perumahan bagi masyarakat sekaligus membuka Kesempatan penciptaan lapangan pekerjaan.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
BPI Danantara juga memperkuat dimensi Akibat sosial melalui pembentukan Yayasan Danantara Indonesia Trust Fund pada Oktober 2025. Inisiatif ini dirancang sebagai platform filantropi sovereign wealth fund yang mendorong investasi sosial di sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, serta air dan sanitasi.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Dunia, Danantara juga menginisiasi Perhimpunan SWF Philanthropy Learning Lab Berbarengan berbagai lembaga Global.
Penguatan fondasi kelembagaan ini turut tercermin dalam persepsi publik, dengan Sekeliling 93 persen pemberitaan mengenai Danantara Indonesia berada dalam sentimen positif.
Transformasi dan penciptaan nilai tambah
Melalui Danantara Asset Management (DAM), Danantara menjalankan mandat pengelolaan dan transformasi portofolio BUMN dengan Konsentrasi pada restrukturisasi bisnis dan keuangan, streamlining dan konsolidasi portofolio, serta pengembangan usaha pada sektor-sektor strategis.
DAM menjalankan proses streamlining secara bertahap melalui likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap entitas yang Bukan Kembali menjadi prioritas. Di sisi pengembangan industri nasional, DAM mendorong berbagai inisiatif hilirisasi lintas sektor dengan potensi nilai investasi Sekeliling USD 26 miliar.
Sejumlah proyek telah memasuki tahap pembangunan pada Februari 2026, mencakup pengolahan alumina dan bauksit, pengembangan bioavtur dan bioetanol, industri ayam terintegrasi, serta pengolahan garam industri.
Penguatan investasi dan kemitraan Dunia
Danantara Investment Management (DIM) bertugas menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan Global. Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis Dunia (MoU) dengan komitmen investasi mencapai Sekeliling Rp346 triliun.
DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan Sekeliling Rp150 triliun melalui instrumen keuangan seperti pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, serta fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi Dunia.
Proyek strategis lainnya termasuk partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah dan co-investment pada fasilitas waste-to-energy.
“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, Konsentrasi kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang Konkret,” tutup Rosan.
