Menpora: Sport tourism dorong masyarakat sehat dan pertumbuhan ekonomi

Menpora: Sport tourism dorong masyarakat sehat dan pertumbuhan ekonomi

Yogyakarta (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut sport tourism seperti ajang Sendiri Jogja Marathon 2026 yang digelar di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta selain menjadikan masyarakat sehat juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sport tourism Enggak hanya Membangun masyarakat lebih sehat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Menpora Ketika melepas peserta Sendiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta, Minggu.

Menpora menilai Yogyakarta Mempunyai modal besar Kepada Lanjut memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan sport tourism.

Perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan kualitas penyelenggaraan acara tersebut menjadi kekuatan yang Bisa menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dengan kekuatan budaya dan destinasi yang dimiliki Yogyakarta, kegiatan seperti ini dapat menjadi pengungkit kunjungan wisata sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Menpora.

Wakil Direktur Esensial Bank Sendiri Henry Panjaitan mengatakan, MJM dirancang Enggak hanya menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelari, tetapi memberi manfaat Konkret bagi masyarakat Sekeliling melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Kami Ingin memastikan manfaat acara ini dirasakan masyarakat setempat. Enggak hanya pelarinya yang mendapatkan pengalaman terbaik, tetapi juga UMKM, desa-desa Sekeliling, dan perekonomian lokal yang ikut tumbuh Serempak,” katanya.

Sebanyak Sekeliling 10.200 pelari dari 17 negara ikut menjadi bagian dari ajang sport tourism berkelas dunia tersebut, dan menjadikannya jumlah peserta terbesar sejak ajang ini pertama kali digelar pada 2017.

Para peserta menempuh lintasan tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), melintasi berbagai lanskap khas Yogyakarta, mulai dari kawasan Candi Plaosan, Monumen Taruna, hamparan sawah, hingga desa-desa tradisional dengan budaya lokalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Imam Pratanadi mengatakan Sendiri Jogja Marathon telah berkembang menjadi salah satu etalase promosi daerah yang efektif.

Menurut dia, kehadiran ribuan peserta beserta pendampingnya turut mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, aktivitas Masakan, hingga transaksi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“MJM mengukuhkan DIY sebagai destinasi sport tourism unggulan. Event ini Bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lelet tinggal wisatawan, dan mendorong perputaran ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Manfaat ekonomi tersebut sejalan dengan hasil riset Sendiri Institute yang menunjukkan bahwa penyelenggaraan MJM 2025 mendorong pertumbuhan belanja masyarakat hingga 11,6 persen selama pekan Penyelenggaraan.

Dengan peningkatan jumlah peserta pada tahun ini, menurut dia, Akibat ekonomi yang dihasilkan diperkirakan semakin besar, terutama bagi sektor perhotelan, transportasi, Masakan, jasa wisata, serta pelaku UMKM.