Ancaman krisis pangan serius yang tengah melanda dunia menjadi sorotan Esensial Presiden Prabowo Subianto Demi menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VIII HIPMI di Lampung pada Rabu (10/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan rasa syukur karena Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah situasi Mendunia yang mengkhawatirkan.
Dilansir dari Detikcom, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa ketersediaan pangan merupakan hal yang sangat krusial bagi keberlangsungan suatu negara, terutama karena sejumlah negara mulai kesulitan memenuhi kebutuhan konsumsi warganya.
“Kita bersyukur kekuatan kita besar, akan Terdapat tantangan kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan itu Enggak Krusial,” kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Kekhawatiran Mendunia ini diperkuat dengan adanya peringatan dari lembaga Dunia mengenai potensi krisis kelaparan massal yang diprediksi terjadi pada tahun ini.
“Tanpa pangan Enggak Terdapat Republik mana pun di dunia ini, Enggak Terdapat negara tanpa pangan. Banyak negara sekarang dalam keadaan panik, mereka sulit cari makan. PBB sudah warning tahun ini akan Terdapat kelaparan besar-besaran, kita alhamdulillah kuat,” lanjut Prabowo Subianto.
Selain sektor pangan, Pusat perhatian kerja keras pemerintah Demi ini juga diarahkan pada pencapaian swasembada Kekuatan dalam jangka menengah guna memperkuat kedaulatan nasional.
“Kita sedang bekerja keras hitungan kita tiga tahun Tengah kita bener-bener sangat kuat di bidang Kekuatan Kerabat-Kerabat sekalian,” ujar Prabowo Subianto.
Langkah penguatan ekonomi dalam negeri tersebut turut diakselerasi melalui hilirisasi industri Buat memberikan nilai tambah pada berbagai komoditas nasional.
Kebijakan hilirisasi ini dipandang sebagai momentum strategis bagi para pelaku usaha domestik agar Bisa menguasai pasar dalam negeri dan Enggak sekadar menjadi konsumen produk asing.
“Ini kesempatan Buat pengusaha-pengusaha muda Terbangun karena kita Enggak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita mau pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia,” ujar Prabowo Subianto.
