Tim nasional Uruguay mengenakan empat bintang di seragamnya meskipun hanya dua kali menjuarai Piala Dunia, karena dua bintang tambahan tersebut mewakili dua medali emas yang diraih tim tersebut dalam kompetisi sepak bola Olimpiade pada tahun 1924 dan 1928.
Keunikan kasus ini disebabkan oleh fakta bahwa turnamen sepak bola di Olimpiade Paris 1924 dan Amsterdam 1928 diselenggarakan sebelum dimulainya Piala Dunia 1930, dan keduanya mewakili level tertinggi kompetisi Global antar tim nasional pada masa itu.
Turnamen sepak bola Olimpiade tahun 1924 dan 1928 Mempunyai keunikan luar Normal yang membuatnya berbeda dari Segala edisi sebelumnya maupun sesudahnya. Kedua turnamen tersebut dikelola terutama oleh Federasi Sepak Bola Global (FIFA), bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Prancis dan Belanda masing-masing, tanpa Kombinasi tangan langsung dari Komite Olimpiade Global. Kedua turnamen tersebut juga menjadi turnamen Olimpiade pertama dalam sejarah sepak bola yang terbuka bagi Segala pemain, termasuk para profesional, yang memberikan kompetisi tersebut Kepribadian Mendunia yang belum pernah terjadi sebelumnya pada masa itu.
Sejak Ketika itu, FIFA, Berbarengan dengan asosiasi sepak bola nasional dan media olahraga di seluruh dunia, mengakui status istimewa kedua turnamen ini berkat peraturan yang memungkinkan partisipasi pemain terbaik tanpa batasan amatir. Sebelum dimulainya kompetisi Olimpiade Paris 1924, Presiden FIFA Ketika itu, Jules Rimet, Berbarengan dengan Henri Doulonay, menegaskan bahwa tim pemenang turnamen tersebut akan menyandang gelar Juara dunia, yang memperkuat nilai historis dari pencapaian tersebut.
Pada tahun 1992, timnas Uruguay berhasil mendapatkan persetujuan Formal dari FIFA Kepada menambahkan empat bintang ke lambang mereka. Hal ini terjadi berkat upaya sejarawan dan jurnalis Uruguay, Atilio Garido, yang mengacu pada Berkas Formal yang diserahkan oleh Federasi Sepak Bola Uruguay kepada FIFA setelah Olimpiade Paris 1924, berjudul “Uruguay Juara Dunia di Olimpiade Paris”. Asosiasi Sepak Bola Uruguay juga menyerahkan Berkas serupa setelah Olimpiade Amsterdam 1928 dengan judul “Olimpiade Amsterdam… Uruguay Juara Dunia”.
Berkas-Berkas ini secara Formal diajukan ke FIFA pada tahun 1925 dan 1929, dan disetujui tanpa Terdapat keberatan. Pada Ketika konferensi FIFA di kota Zurich tahun 1992, Jarido berhasil membuktikan dasar historis dan hukum yang memungkinkan Uruguay menganggap dirinya sebagai Juara dunia empat kali, gelar-gelar yang diakui oleh FIFA sebagai kelanjutan dari catatan Formal yang disahkan pada masa itu.
