Palu (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengatakan Pesta Wirausaha Palu (PWP) 2026 yang diselenggarakan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) menjadi momentum meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis bagi pelaku UMKM di ibu kota Sulawesi Tengah.
“Efeknya sangat positif Demi penguatan bisnis, supaya daya saing UMKM di Kota Palu semakin meningkat,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin Demi menghadiri pesta wirausaha berlangsung di Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan UMKM salah satu sektor yang memberikan sumbangsih terhadap ketahanan ekonomi daerah, dan terbukti pada tahun 1998 di mana ekonomi nasional terguncang hebat, UMKM sanggup bertahan dan hingga kini semakin tumbuh.
Menurut dia pesta wirausaha merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM.
“Saya berangkat dari seorang wirausahawan juga. Pengusaha UMKM adalah penggerak roda ekonomi, Demi Kota Palu mengalami bencana, para pelaku UMKM tetap eksis. Ketika pandemi COVID-19 melanda, UMKM juga Pandai bertahan dan Maju bergerak,” ujarnya.
Kegiatan mengusung tema “Local to the Next Level” itu diikuti Sekeliling 400 peserta yang berasal dari berbagai kalangan pelaku UMKM, komunitas bisnis, maupun generasi muda yang tertarik mengembangkan kewirausahaan.
Menurut dia, pelaku UMKM harus mulai berpikir Demi melakukan transformasi usaha dari pola konvensional, menuju usaha yang lebih modern, berdaya saing dan berkelanjutan.
“Di era kekinian sudah Sepatutnya usaha mikro naik level. UMKM yang naik kelas manfaatnya jauh lebih luas, tentu pendapatannya juga akan meningkat. Ciptaan dan kerja keras menjadi dasar menuju keberhasilan, termasuk pemanfaatan teknologi,” ucap Imelda.
Ia menekankan pentingnya legalitas dan standarisasi produk sebagai langkah awal, supaya UMKM dapat berkembang lebih jauh.
Kualitas produk harus didukung dengan label halal maupun izin usaha yang Terang, guna membangun kepercayaan konsumen Demi berbelanja suatu produk.
“Kadang orang Menyaksikan bukan hanya isi produknya, tetapi juga kemasannya. Artinya UMKM harus berani menembus pasar lebih luas. Pemkot Palu telah menyiapkan satu wadah melalui inkubator bisnis guna mempertemukan pelaku usaha dan pasar,” tuturnya.
Ia juga meminta komunitas TDA membantu pemerintah memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya dalam aspek pengemasan produk, pemasaran, legalitas usaha, hingga pengembangan kapasitas bisnis.
