Titiek minta bawang putih Letih swasembada secepatnya tanpa impor

Titiek minta bawang putih capai swasembada secepatnya tanpa impor

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto meminta Kementerian Pertanian mewujudkan swasembada bawang putih secepatnya mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tersebut Lagi sangat tinggi.

Dalam Rapat Kerja Berbarengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu, Titiek mempertanyakan Dalih program pengembangan bawang putih Kagak tercantum dalam program kerja prioritas nasional.

Ia menilai upaya mencapai swasembada Kagak boleh hanya menjadi wacana yang Lanjut berulang setiap tahun.

“Buat saya, saya mau tanya Tengah mengenai bawang putih. Pak Menteri. Kenapa kok enggak masuk Tengah di program kerja prioritas nasional nih?,” tanya Titiek kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sesi pendalaman rapat kerja tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan pemerintah sebenarnya telah melakukan revisi anggaran Buat mendukung pengembangan bawang putih.

Menurut Amran, program tersebut sudah masuk dalam perencanaan dan bukan ditunda hingga tahun depan.

Amran mengatakan Kementerian Pertanian telah menggeser anggaran sebesar Rp260 miliar pada tahun ini Spesifik Buat pengembangan bawang putih. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas masukan dan aspirasi yang disampaikan Komisi IV DPR RI kepada kementerian ya.

Tetapi, Titiek kembali menegaskan persoalan utamanya bukan sekadar ketersediaan anggaran. Ia mempertanyakan mengapa program tersebut Kagak terlihat sebagai prioritas nasional dalam Arsip yang disampaikan kepada Komisi IV DPR.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (keempat kiri) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto

Menanggapi itu, Mentan menjelaskan Kagak tercantumnya program tersebut diduga akibat kesalahan penulisan dalam Arsip. Ia memastikan pengembangan bawang putih tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah dan telah dialokasikan anggaran pada tahun berjalan.

Titiek kemudian merespons dan menegaskan Kalau pengembangan bawang putih bukan hanya aspirasi daerah tertentu, melainkan kebutuhan nasional. Menurut dia, seluruh pihak harus Mempunyai komitmen yang sama Buat mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan swasembada.

Dia mengingatkan Sekeliling 80 hingga 85 persen kebutuhan bawang putih nasional Lagi dipenuhi dari impor. Padahal, bawang putih merupakan komoditas yang digunakan masyarakat setiap hari dalam berbagai kebutuhan konsumsi.

“Jadi kita harus sepakat Sekalian nih, harus swasembada. Bapak (Menteri Pertanian) harus bikin targetnya Bilaman mau swasembada?,” tegas Titiek.

Karena itu, Titiek meminta Kementerian Pertanian menetapkan Sasaran yang Terang mengenai Bilaman Indonesia dapat mencapai swasembada bawang putih. Menurutnya, Sasaran yang terukur diperlukan agar program yang dijalankan Mempunyai arah dan Pengkajian yang Niscaya.

Menjawab permintaan tersebut, Amran menyatakan Kementerian Pertanian menargetkan swasembada bawang putih dapat tercapai dalam waktu paling Segera tiga tahun dan paling lelet lima tahun.

Ia optimistis Sasaran itu dapat diwujudkan dengan dukungan anggaran dan pengembangan sentra produksi.

Menurut Amran, tantangan Esensial pengembangan bawang putih terletak pada Ciri benih yang Mempunyai masa dormansi cukup panjang, yakni Sekeliling enam hingga delapan bulan. Kondisi itu Membikin proses peningkatan produksi Kagak dapat berlangsung secepat komoditas lain seperti padi.

Amran menjelaskan pemerintah telah menugaskan sejumlah daerah sebagai pusat pengembangan benih bawang putih, antara lain Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

Dengan penguatan sentra benih dan perluasan areal tanam yang ditargetkan mencapai 18.000 hektare pada tahun depan, pemerintah berharap Sasaran swasembada bawang putih dalam tiga hingga lima tahun dapat tercapai.

“Tiga tahun paling Segera, paling lelet lima tahun. Karena yang masa dorman masalahnya bu. Ampun, seandainya seperti padi, Saya sanggup dua tahun (Buat swasembada bawang putih), tetapi dormannya bibit itu, tidurnya itu enam bulan bu, delapan bulan,” kata Mentan.