BP BUMN: Ketahanan Pangan, Daya, dan SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: dok Antara.


Jakarta: Kepala Badan Pengelola Investasi (BP) BUMN, Dony Oskaria, memaparkan tiga pilar Primer transformasi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah Demi mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Ketiga pilar tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan Daya, dan penguatan sumber daya Insan (SDM).

“Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan Eksis respons, Berkualitas positif maupun negatif. Tetapi yang paling Krusial adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara Esensial oleh pemerintah,” kata Dony dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Dony, berbagai program strategis yang Ketika ini dijalankan pemerintah merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh, bukan kebijakan yang berdiri sendiri.

 

 

Ketahanan pangan jadi fondasi Primer

Ia menjelaskan pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi Primer menuju Indonesia maju. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan ekonomi Kagak dapat dilepaskan dari kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangannya secara Independen.

Demi mendukung tujuan tersebut, pemerintah menjalankan sejumlah program, mulai dari pencetakan sawah baru, pembangunan jaringan irigasi, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, hingga reformasi tata niaga pupuk.

Selain itu, pemerintah memperkuat kebijakan pembelian gabah petani serta meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui Bulog guna mendukung Sasaran swasembada pangan.

Pilar berikutnya adalah ketahanan Daya. Dony menilai kemandirian Daya menjadi syarat Krusial bagi negara yang Ingin mencapai kemajuan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Kalau sebuah negara Ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus Mempunyai ketahanan Daya. Karena itu kita mengembangkan Daya baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan Daya baru, dan menjalankan program B50 Demi mengurangi ketergantungan terhadap impor Daya,” ujar Dony, Kamis, 11 Juni 2026.

Pemerintah, lanjutnya, juga mendorong pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga sebagai bagian dari strategi jangka panjang Demi memperkuat ketahanan Daya nasional.



(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)

 

Kualitas SDM jadi penentu keberhasilan transformasi ekonomi

Sementara itu, penguatan kualitas sumber daya Insan (SDM) menjadi pilar ketiga yang dinilai paling menentukan keberhasilan transformasi ekonomi nasional.

Dony mengatakan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan Insan sebagai prioritas Primer. Menurutnya, negara maju hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. Ia menyoroti Bilangan stunting nasional yang Tetap berada di kisaran 22 persen sebagai tantangan besar yang perlu segera ditangani.

“Sekalian negara yang maju dan berkelanjutan itu Mempunyai sumber daya Insan yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah Menyaksikan persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Ketika ini Bilangan stunting kita Tetap Sekeliling 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan,” Terang Dony.

Selain upaya penanganan stunting, pemerintah juga memperkuat sektor pendidikan melalui pembangunan Sekeliling 200 Sekolah Rakyat, pengembangan sekolah unggulan, serta distribusi smart board ke berbagai sekolah guna meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.