Pemprov Sumut gelar patroli gabungan berantas narkoba di Asahan

Pemprov Sumut gelar patroli gabungan berantas narkoba di Asahan

Medan (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggelar patroli gabungan yang melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepada memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Asahan, Sumut.

“Atas instruksi bapak Gubernur, kita lakukan patroli pada sejumlah Area, tempat pintu masuk narkoba dan kawasan rawan kenakalan remaja pada Sabtu (6/6) malam ,” ucap Kepala Satpol PP Provinsi Sumut Moettaqien Hasrimi di Kantor Bupati Asahan, Sumatera Utara, Ahad.

Langkah ini, lanjut dia, sebagai upaya memperkuat pencegahan, pemberantasan narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.

Hal itu, katanya, karena berdasarkan data sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 150 kasus narkoba di Asahan.

Letak Asahan secara geografis di kawasan pantai timur Sumatera Mempunyai posisi strategis dengan panjang garis pantai 56 kilometer yang menghadap langsung ke Area perairan Selat Malaka.

Kondisi ini juga menyimpan kerentanan karena kerap dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkoba, Berkualitas domestik maupun Global sebagai jalur masuk penyelundupan.

“Berdasarkan Bilangan di lapangan menunjukkan urgensi yang Bukan Dapat kita tunda,” kata Moettaqien.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut Serempak instansi terkait menggelar patroli gabungan guna menyasar sejumlah Letak, terutama tempat-tempat hiburan malam di Asahan.

Di setiap Letak yang dikunjungi, personel gabungan tersebut melakukan pendataan dan sekaligus tes urine terhadap para pengunjung.

“Hasil pemeriksaan, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif, dan Bukan ditemukan pengunjung positif menggunakan narkoba,” katanya.

Selain peredaran narkoba, Moettaqien juga mengingatkan bahwa judi daring (online/judol) menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius di Asahan.

Menurutnya, remaja yang kecanduan judol berpotensi terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba hingga melakukan tindak kriminal demi memperoleh Duit.

“Keamanan dan keselamatan generasi muda kita Demi ini dipertaruhkan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan pengawasan terhadap anak-anak remaja menjadi hal yang sangat Krusial,” ujar dia.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Asahan Kepada berperan aktif dalam menjaga lingkungan sosial dan masa depan generasi muda.

“Kepada seluruh masyarakat lebih Acuh lingkungan Sekeliling, karena anak-anak remaja kita adalah tanggung jawab kita Serempak,” kata Moettaqien.