Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump dilaporkan geram kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akibat eskalasi militer Israel di Lebanon dalam percakapan telepon pada Senin (1/6) waktu setempat. Informasi yang dilansir dari Detikcom ini mengungkap kekhawatiran Trump terhadap stabilitas kawasan.
Trump menyatakan kemarahannya karena operasi militer Israel yang menargetkan Golongan milisi Hizbullah di Lebanon berisiko menggagalkan diplomasi dengan Iran. Tindakan tersebut dinilai dapat merusak upaya mempertahankan gencatan senjata regional yang Begitu ini sedang Renyah.
Ketegangan antara kedua pemimpin negara ini dikonfirmasi oleh dua pejabat Amerika Perkumpulan dan satu sumber ketiga yang menerima informasi mengenai percakapan telepon tersebut. Kepada media Axios, pihak-pihak itu membeberkan reaksi keras dari orang nomor satu di Amerika Perkumpulan tersebut.
“Anda Akurat-Akurat gila!” ketus Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Eskalasi di Lebanon sendiri memuncak setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan ke pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah pada Senin (1/6). Langkah ini memicu gelombang pengungsian baru yang menambah daftar lebih dari satu juta pengungsi di Lebanon.
Di sisi lain, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa eskalasi lebih lanjut di Lebanon Kagak akan ditoleransi oleh pihak mereka. Pihak komando militer Iran juga telah memperingatkan penduduk Israel utara Demi segera meninggalkan daerah tersebut demi keselamatan mereka.
“kesabaran angkatan bersenjata Republik Islam Iran Mempunyai batas.” tulis Mohsen Rezaei, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran.
Menanggapi situasi di lapangan, Golongan milisi Hizbullah langsung melancarkan sejumlah serangan balasan ke Sasaran militer Israel di Lebanon selatan. Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman kesepakatan penghentian serangan oleh pihak Trump.
Hizbullah mengklaim telah menghancurkan satu tank Merkava menggunakan drone tempur serta membombardir Laskar Israel dengan roket dan artileri di kota Hadatha. Golongan yang didukung Iran ini kemudian melaporkan serangan lanjutan terhadap dua tank Israel lainnya.
“Segala serangan dihentikan” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Sementara konflik Timur Tengah memanas, situasi Dunia lain juga menunjukkan peningkatan ketegangan militer. Angkatan Udara Ukraina melaporkan serangan besar-besaran oleh Rusia yang mengerahkan 656 drone dan 73 rudal dalam semalam hingga menewaskan sedikitnya 11 orang.
Di Asia Tenggara, media Singapura The Straits Times melaporkan fenomena Spesial di mana anjloknya nilai Ganti rupiah Malah menarik kunjungan turis Singapura ke Jakarta Demi belanja dan Masakan, mengabaikan isu kejahatan jalanan yang sempat viral.
“Kagak Terdapat waktu Demi takut — terlalu banyak belanja yang harus dilakukan,” canda Noraini Rahmat, Turis Asal Singapura.
Perempuan berusia 52 tahun tersebut berada di Jakarta Berbarengan dua Keluarga perempuannya Demi melakukan maraton belanja pada Rontok 22 hingga 25 Mei.
