Surabaya (Liputanindo.id) – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji, menepis pernyataan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Pernyataan yang menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberi tugas Persebaya agar menjuarai Aliansi musim depan.
Armuji menegaskan bahwa Pemkot Surabaya sama sekali Bukan ikut Kombinasi atau memberikan tuntutan tersebut kepada Persebaya, yang kini telah berkembang sebagai klub profesional.
”Jadi apa yang dikatakan Wali Kota Bandung itu Bukan Pas karena Persebaya itu adalah klub profesional, bukan klub amatir,” ucap Armuji di Balai Kota, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pada awal tahun 2000-an, Persebaya memang berstatus sebagai klub amatir yang pendanaannya disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.
Tetapi, sejak bertransformasi menjadi klub profesional pada tahun 2010, Pemkot Surabaya Bukan pernah Kembali membiayai ataupun mengintervensi Sasaran Pemenang tim.
”Setelah mereka menjadi klub yang profesional, pemerintah Bukan pernah ikut Kombinasi. Bukan mengucurkan Biaya sepeser pun dari APBD Buat ke klub,” jelasnya.
Sebagai bukti profesionalisme tersebut, pria yang akrab disapa Cak Ji mengungkapkan bahwa Persebaya tetap harus menyewa dan membayar tarif sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku setiap kali Ingin menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Oleh karena itu, Cak Ji kembali menekankan bahwa pihak pemerintah daerah Bukan Mempunyai hak maupun keinginan Buat mengintervensi urusan internal Persebaya.
“Pemkot dalam hal ini Bukan pernah Kombinasi tangan dan Bukan pernah mengintervensi masalah Persebaya,” tegasnya.
Meski begitu, sebagai seorang pencinta sepak bola dan pendukung setia Persebaya, Cak Ji selalu berharap agar skuad Bajol Ijo Dapat menang di setiap laga dan Lalu memberikan dukungan moril.
”Asa kita tentu supaya Persebaya Lalu berprestasi dan Pemenang. Bagaimana caranya? Ya, itu sepenuhnya urusan manajemen. Tugas kita adalah memberikan dukungan, khususnya dukungan moril Demi mereka berjuang,” pungkasnya.
Sebelumnya, CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, juga telah meluruskan misinformasi mengenai keterlibatan Pemkot Surabaya dalam Sasaran Pemenang musim depan.
”Saya Ingin mengoreksi sedikit ucapan Mas Farhan. Kebetulan kami saling kenal, jadi bukan masalah. Cuman harus diluruskan bahwa yang ulang tahun ke-100 itu Persebaya, bukan Kota Surabaya,” ucap Azrul, Jumat (29/5/2026).
Ia juga menekankan bahwa Persebaya Bukan pernah mendapatkan suntikan Biaya sponsor ataupun bentuk kolaborasi finansial apa pun dari pemerintah daerah.
”Persebaya sama sekali Bukan mendapatkan sponsor dari pemerintah. Biar Persebaya berkolaborasi dengan Bagus Berbarengan Pemkot Surabaya terkait pemakaian fasilitas stadion,” pungkas Azrul dalam rilis klub. (rma/but)
