Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Hampa, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Musibah ini mengakibatkan ratusan Kaum kehilangan tempat tinggal.
Seperti diberitakan oleh Detikcom, sebanyak 250 rumah Kaum dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa ini. Berdasarkan data sementara, tercatat Eksis 350 keluarga atau Sekeliling 679 jiwa yang terdampak.
Amukan si jago merah baru Dapat dipadamkan total setelah petugas pemadam kebakaran berjuang selama 7 jam. Petugas menerima informasi awal kebakaran pada Senin (1/6/2026) Sekeliling pukul 20.55 WIB, dan operasi pemadaman selesai pada Selasa (2/6/2026) pukul 04.15 WIB.
Insiden ini mengakibatkan 3 orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kebakaran hebat tersebut diduga kuat terjadi akibat Interaksi pendek arus listrik atau korsleting.
Kapolsek Kemayoran Kompol Akbar Ardiyansyah menerangkan pihak kepolisian menerima informasi kebakaran pada Senin (1/6) malam pukul 21.10 WIB. Titik Letak kebakaran berada di RT 02 RW 04 belakang Pasar Jiung.
“Pada hari Senin Copot 01 Juni 2026 sekira pukul 21.10 WIB, Polsek Kemayoran mendapatkan informasi telah terjadi kebakaran di Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, RT 002 atau Gabungan RW. 04 Kel. Kebon Hampa Kemayoran Jakpus,” kata Akbar.
Kobaran api semula muncul dari 2 rumah Kaum yang diduga kuat akibat masalah instalasi listrik. Menurut keterangan saksi mata, kobaran api tersebut langsung membesar dalam waktu singkat.
“Menurut keterangan dari Saksi 1 Sekeliling Pukul 21.00 WIB, tiba-tiba Api muncul dari 2 rumah di belakang saksi, diketahui rumah Bapak Darmansyah (dugaan awal) korsleting listrik dan tiba tiba langsung membesar,” ungkap Akbar.
Sejumlah Kaum di Letak kejadian sempat berupaya memadamkan kobaran api secara Berdikari menggunakan alat pemadam api ringan. Tetapi, upaya tersebut Tak berhasil meredam perambatan api.
“Lampau oleh beberapa Kaum Sekeliling langsung berupaya memadamkan menggunakan 3 Buah APAR Punya Sekretariat RW. 04, Tetapi api sudah menyala membesar,” katanya.
Mengenai korban luka dalam musibah ini, Kompol Akbar Ardiyansyah menjelaskan bahwa seluruh korban sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit rujukan.
“Korban luka, 3 orang dengan perincian 2 orang di RS Hermina Kemayoran & 1 orang dirujuk ke RSCM,” kata Akbar.
Kondisi Letak dan Nestapa Kaum
Hingga Selasa (2/6/2026) pagi, petugas pemadam kebakaran Lagi bersiaga di Letak kejadian Buat memastikan Tak Eksis sisa api. Asap tipis Lagi terlihat keluar dari tumpukan puing-puing bangunan.
Ratusan Kaum korban kebakaran mulai mendatangi sisa rumah mereka Buat membersihkan puing. Beberapa Kaum tampak mencari barang berharga yang sekiranya Lagi Dapat diselamatkan di balik garis polisi.
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi Kaum yang kehilangan Mal. Lilis (46), salah satu korban, menceritakan bahwa seluruh tabungan Buat acara wisuda anaknya di Solo ikut hangus terbakar.
“Eksis kebakaran, Eksis kebakaran gitu lah. Saya kan tinggalnya di atas dekat tanaman dia. Saya langsung turun. Api itu udah Kaum sudah Eksis yang nyiramin, saya aja ikut nyiramin sama suami saya,” kata Lilis.
Kaum sempat mencoba menyiram api dengan air keran seadanya, Tetapi material bangunan yang semipermanen Membikin api Malah semakin mengamuk.
“Mengenakan air dari keran aja. Kita penampungan seember guyurin, eh habis diguyur malah tambah gede. Itu kan kabel-kabel Sekalian, tiang listrik. Segera banget kejadiannya,” ujarnya.
Lilis yang rumahnya berada Cocok di samping titik awal api mengaku Pusat perhatian menyelamatkan diri tanpa memikirkan barang-barang mewah.
“Saya nggak mikirin barang saya sendiri. Pas api membesar, saya langsung keluar. Sempat narik mukena sama sajadah Lanjut dilemparin ke Dasar, habis itu kabur,” tuturnya.
Kesedihan mendalam juga dirasakan oleh Saodah yang harus menyelamatkan diri menggunakan tongkat di tengah kepanikan Kaum Sekeliling pukul 22.00 WIB.
“Saya Kembali tiduran, udah jam 10 malam. Kok rame-rame Eksis apa, api… api… lari saja,” kata Saodah.
Saodah terpaksa berjalan sendirian menjauh dari kobaran api karena anak-anaknya terpisah Demi menyelamatkan diri.
“Anaknya pada lari sendiri-sendiri, kabur sendiri-sendiri. Jadi saya sendirian lari di jalan Mengenakan tongkat,” tuturnya.
Dirinya sempat terduduk lemas di dekat sebuah bajaj selama dua jam sebelum akhirnya berhasil Berjumpa kembali dengan Personil keluarganya.
“Tamat sini, dekat bajaj, Saya duduk di bajaj sendirian. Punggung sakit, gemeteran. Lanjut Saya duduk di bajaj, anak saya pada nyari,” katanya.
Penilaian Instalasi Listrik oleh Pemprov DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung Letak pengungsian dan permukiman yang terbakar di Kebon Hampa. Ia menegaskan pentingnya Penilaian instalasi listrik di kawasan padat penduduk.
“Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini. Sekali Kembali, yang Dapat kita lakukan adalah mengulangi, me-warning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik,” kata Rano.
Berdasarkan data Penilaian jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mayoritas kasus kebakaran di Area Ibu Kota dipicu oleh Interaksi pendek arus listrik.
“Because di Jakarta ini Nyaris rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita Nyaris 95 persen,” ujarnya.
Rano Karno menyoroti kebiasaan penggunaan satu titik stopkontak secara berlebihan Buat berbagai alat elektronik yang memicu panas berlebih.
“Saya minta Ampun, Sahabat-Sahabat Paham bagaimana situasinya. Kadang-kadang dalam rumah seperti ini Eksis satu stopkontak dicolok 10 charger HP, kemudian belum buat kompor segala Corak. Akibatnya inilah, terjadi panas,” tuturnya.
Terkait waktu kedatangannya, Rano menyebut sengaja datang pada pagi hari agar Tak mengganggu jalannya proses evakuasi dan pemadaman darurat oleh petugas.
“Sebetulnya dari semalam saya Ingin ke sini, Sekadar dari Pak Wali menyarankan jangan dulu karena akan terjadi kekacauan. Kadang-kadang, kalau saya hadir, bukan menjadi Lezat, tapi menjadi ribet,” katanya.
Dalam tinjauan tersebut, Rano Karno turut menyampaikan pesan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang sedang berada di luar negeri.
“Sebelum berangkat beliau menelepon saya dari Madinah, kirim salam kepada masyarakat, mudah-mudahan sabar menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Demi ini Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan posko pengungsian dan Sokongan logistik Buat memenuhi kebutuhan harian 354 keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
