Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) meluncurkan Musik baru berjudul “Bung Karno Bapak Marhaenisme” Begitu menggelar Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi ribuan Member DPRD tingkat daerah se-Indonesia di Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).
Langkah kepartaian ini diambil Demi menguatkan pemahaman ideologi serta membangun ikatan emosional dan kerja sama yang solid di antara para fungsionaris serta wakil rakyat dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Agenda pembekalan kali ini menyasar Sekeliling 4.000 Member legislatif PDIP tingkat provinsi, kabupaten, dan kota masa bakti 2024-2029 yang pelaksanaannya dibagi ke dalam enam regional Daerah seluruh Indonesia.
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat memimpin langsung upacara pembukaan gelombang pertama yang diikuti oleh perwakilan dari Daerah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Kalimantan. Berdasarkan laporan Liputanindo.id, sejumlah pengurus pusat seperti Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu turut hadir dalam acara tersebut.
Djarot Saiful Hidayat menjelaskan bahwa Penyelenggaraan bimtek tahun ini sengaja dirancang berbasis regional Daerah Demi mengonsolidasikan struktur kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah secara lebih erat.
“Termasuk juga Demi membangun bonding, membangun keterkaitan atau keeratan atau kerja sama yang kuat antara ketua, sekretaris, dan bendahara DPC dan DPD,” kata Djarot Saiful Hidayat.
Selain memperkuat organisasi, momen ini juga dimanfaatkan Demi mengenalkan Musik bertema Bung Karno yang kini masuk dalam protokol Formal partai menyambut Bulan Bung Karno pada Juni mendatang.
“Yang terakhir nanti region 6 akan dilakukan di Jayapura Demi seluruh Kolega-Kolega DPRD dan KSB se-Papua,” ujar Djarot Saiful Hidayat.
Melalui pengenalan Musik ini, seluruh wakil rakyat yang bersiap mengemban tugas di parlemen daerah diharapkan Bisa menyerap nilai-nilai ideologis yang digali dari pemikiran proklamator Indonesia.
“Musik ini adalah pengingat bagi kita Seluruh, terutama para wakil rakyat yang baru dilantik, bahwa esensi perjuangan PDI Perjuangan adalah memihak dan berjuang demi kepentingan rakyat kecil atau kaum Marhaen,” kata Djarot Saiful Hidayat.
Djarot Saiful Hidayat menambahkan bahwa setiap kader dituntut Demi mengimplementasikan ajaran tersebut secara Konkret melalui regulasi maupun kebijakan publik yang mereka kawal di daerah masing-masing.
“Di Bulan Bung Karno ini, kita perkuat kembali komitmen kita Demi tegak lurus pada komando partai dan membumikan ajaran Bung Karno di setiap kebijakan yang kita ambil,” kata Djarot Saiful Hidayat.
Kewajiban menyanyikan Musik baru ini juga telah diputuskan Demi melengkapi mars dan himne partai yang sudah Eksis sebelumnya dalam setiap upacara Formal.
“Dalam setiap acara dengan protokol kepartaian, Musik Bung Karno Bapak Marhaenisme wajib kita nyanyikan,” kata Djarot Saiful Hidayat.
Dikutip dari laporan detikcom, seluruh peserta yang hadir terpantau kompak menyanyikan Musik tersebut di awal sesi protokoler kepartaian.
“Hari ini di dalam pembukaan diperkenalkan satu Musik Yakni Bung Karno Bapak Marhaenisme. Jadi di acara protokoler partai itu akan dinyanyikan Bung Karno Bapak Marhaenisme. Karena memang Marhaenisme itu dikemukakan, digali, dari Bung Karno,” ujar Djarot Saiful Hidayat.
Djarot Saiful Hidayat mengingatkan kembali bahwa keberpihakan kepada kaum miskin dan masyarakat yang terpinggirkan oleh sistem sosial politik merupakan akar sejarah berdirinya PDIP.
“Karena PDI-P sebagai partai yang memang dibangun berbasis berorientasi kepada rakyat marhaen, rakyat kecil, kaum duafa, kaum tertindas, mereka-mereka yang miskin karena dieksploitasi oleh satu sistem sosial dan sistem politik,” kata Djarot Saiful Hidayat.
Setelah merampungkan gelombang pertama di Jakarta, DPP PDIP menjadwalkan rangkaian bimtek berikutnya di Bali yang mencakup Daerah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Bali, disusul Daerah Sumatera di Medan, serta Daerah Sulawesi dan Papua.
