BNN ungkap peran kampus Demi hadapi infiltrasi narkotika

BNN ungkap peran kampus untuk hadapi infiltrasi narkotika

Jakarta (ANTARA) – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menegaskan kampus Mempunyai posisi strategis sebagai “laboratorium peradaban” sebagai benteng pertahanan Primer dalam menghadapi infiltrasi narkotika.

“Golongan usia produktif dan akademisi menjadi sasaran empuk yang paling rentan terhadap ancaman ini. Pada rentang usia 15–24 tahun (usia pelajar dan mahasiswa), Nomor prevalensi bahkan mencapai 2,53 persen,” ucap Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hal itu disampaikan Seto dalam seminar nasional bertajuk Agent of Change Against Drugs: Peran Mahasiswa dalam Menjaga Masa Depan Bangsa, di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Selasa (26/5.

Ia menyebutkan Nomor prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang kini telah menyentuh 2,11 persen atau mencakup Sekeliling 4,15 juta jiwa.

Dikatakan bahwa narkotika kini bergerak lebih senyap melalui media sosial, transaksi digital, hingga tersamarkan dalam produk gaya hidup modern.

Ia menyebut salah satu fenomena mengerikan Ketika ini berupa penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai media Demi menyelundupkan zat narkotika, seperti ganja sintetis, metamfetamina, hingga obat bius etomidate.

Menanggapi ancaman zat baru (New Psychoactive Substances/NPS) tersebut, BNN Maju memperkuat pembuktian berbasis ilmiah (scientific crime investigation) serta mendorong regulasi ketat, seperti diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 yang Formal menetapkan etomidate sebagai narkotika golongan 2 sejak akhir tahun Lewat.

Demi itu, menghadapi momentum bonus demografi (2025–2045), Suyudi mengingatkan agar ledakan usia produktif Bukan berubah menjadi bencana demografi akibat rusaknya kualitas sumber daya Mahluk oleh narkotika.

Oleh karena itu, ia menitipkan lima peran strategis bagi mahasiswa Demi diimplementasikan secara Konkret dalam gerakan Kampus Bersinar (Rapi Narkotika), yakni penggerak literasi, penjaga lingkungan pertemanan, penggerak kegiatan positif, agen kontra-narasi digital, dan Kawan advokasi kebijakan kampus.

Dirinya menyebutkan tahun 2045 mungkin terasa Lagi jauh, Tetapi waktu bagi sejarah bangsa sangatlah singkat.

BNN menegaskan visi besar Indonesia Emas 2045 Bukan akan pernah terwujud tanpa adanya generasi muda yang Rapi dari penyalahgunaan narkotika.

Dengan demikian, kata dia, mahasiswa Indonesia akan memegang peran Krusial sebagai pimpinan perusahaan, pejabat publik, hingga penggerak ekonomi.

“Jangan korbankan masa depan besar itu demi tekanan pergaulan atau gaya hidup semu,” katanya.