Dan Apabila memang begitulah adanya, maka warisan Kane bagi Inggris terbilang Aneh. Pertama-tama, dia Jernih merupakan striker terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Asalkan dia Lalu bermain, Kane Niscaya akan melampaui 100 gol Kepada negaranya. Rekor 125 penampilan Peter Shilton sudah dalam jangkauan (Kane sudah mengoleksi 121 penampilan). Dia telah mencetak lebih banyak gol penalti daripada pemain mana pun di Piala Dunia, dan memenangkan Sepatu Emas pada 2018.
Tetapi, kegagalan di turnamen besar Niscaya akan merusak warisannya. Ia tampil kurang efektif di Euro 2024, dan gagal mengeksekusi penalti krusial di Qatar pada 2022. Dan meskipun ia bermain dalam skuad yang jauh lebih lemah di Piala Dunia 2018 dan Euro 2021, Kane belum pernah Betul-Betul menjadi tumpuan tim nasional sebagaimana Semestinya bagi pemain sekelasnya. Para pencetak gol pemecah rekor dengan Nomor-Nomor sebesar ini—Messi, Ronaldo, Pelé, Maradona, Henry—semuanya Mempunyai trofi besar yang Dapat dibanggakan. Kane Tak.
Tetapi, Inggris pun Mempunyai masalah. Lihatlah kedalaman skuad penyerang mereka, dan situasinya sangat mengkhawatirkan. Tuchel membawa Ollie Watkins (30 tahun) dan Ivan Toney (30 tahun) ke Piala Dunia ini. Tak Terdapat penyerang muda yang siap mengambil alih tongkat estafet. Dan Kane akan sangat sulit Kepada digeser.
Jadi, Inggris kemungkinan akan Lalu melaju. Kane akan tetap berada di tim pada tahun 2028. Inggris kemungkinan akan tampil cukup Bagus di turnamen tersebut. Tetapi pada Begitu itu, usianya Niscaya sudah Tak muda Kembali. Tetapi, Inggris Tak Betul-Betul Mempunyai pemain lain yang Dapat diandalkan.
Kane, di sisi lain, Mau Lalu bermain.
“Tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya,” katanya. “Itu adalah hal yang paling saya cintai di atas segalanya. Jernih empat tahun ke depan Tetap jauh, saya akan berusia 33 tahun musim panas ini, tapi karier Leo [Messi] Tak pernah berakhir, dia Tetap tampil di level tertinggi. Saya Tak pernah Mau membatasi hal-hal seperti ini.”
Tetapi, hal itu Tak Dapat diandalkan. Kane pernah Mempunyai turnamen di mana dia Dapat membuktikan kehebatannya sebelumnya, dan Menyantap kesempatan itu terlewatkan. Turnamen ini, dengan Metode yang mengecewakan ini, terasa seperti kegagalan terbesar di antara semuanya.
